Kepuasan Publik: Joko Widodo 65,4 Persen, Maruf Amin 50,8 Persen

Nasional

NOTULA – Jelang 1,5 tahun kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin, tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden cukup baik, 65,4 persen. Yang tidak puas 29,1 persen.

Angka itu diperoleh dari rilis survei terbaru Parameter Politik Indonesia, Senin (22/2/21), yang dilakukan pada rentang waktu 3-8 Februari 2021.

Parameter Politik Indonesia melakukan survei lewat wawancara telepon terhadap 1.200 responden, menggunakan metode simple random sampling. Margin of error sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Pada survey itu disebutkan, kepuasan terhadap kinerja Wapres Maruf Amin cenderung lebih rendah, dengan angka kepuasan mencapai 50,8 persen. Sementara yang tidak puas mencapai 43,8 persen.

Salah satu faktor yang membuat tingkat kepuasan terhadap kinerja Wapres menurun adalah minimnya respon Wapres terhadap beberapa isu yang belakangan cukup krusial, terutama berkaitan dengan Islam dan politik.

Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, bidang pembangunan infrastruktur (68,7 persen) menjadi aspek paling mendominasi tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintah.

Penyaluran bantuan sosial Covid-19 juga sudah dirasakan oleh mayoritas masyarakat, sehingga mampu menjadi parameter tertinggi kedua dalam penilaian keberhasilan kinerja pemerintah (66,9 persen).

Layanan kesehatan (65,1 persen), pendidikan (63,1 persen), penanganan Covid-19 (60,4 persen), stabilitas politik (54,0 persen), pemberantasan korupsi (53,1 persen), dan ekonomi (53,1 persen).

“Sementara tingkat kepuasan kinerja di bidang penegakan hukum menjadi yang paling rendah (49,7persen),” ujar Adi Prayitno, seperti dikutip dari RMOL.id, Senin (22/2/21).

Rendahnya kepuasan di bidang penegakan hukum diakibatkan persepsi penegakan hukum yang dirasa belum berkeadilan bagi segolongan masyarakat.