Kemkominfo Akhiri Layanan 2,3 GHz

Ekbis

NOTULA – Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemkominfo) mengakhiri penggunaan pita frekuensi radio 2,3 GHz untuk PT Internux, PT First Media Tbk dan PT Jasnita Telekomindo.

“Untuk PT First Media Tbk dan PT Internux, secara resmi sudah tidak bisa menggunakan pita frekuensi radio 2,3 GHz untuk layanan telekomunikasi,” jelas Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) Kemenenterian Komunikasi dan Informatika, Ismail, Jumat (28/12).

Pencabutan izin penggunaan frekuensi itu sesuai Pasal 83 ayat 1 PM Kominfo Nomor 9 Tahun 2018 tentang Ketentuan Operasional Penggunaan Spektrum Frekuensi Radio.

Sebelumnya Kemkominfo telah menerbitkan tiga kali surat peringatan dan mengundang penyelenggara yang belum melunasi BHP Frekuensi 2.3GHz untuk berkoordinasi menyelesaikan tunggakan.

Kementerian Kominfo juga meminta kepada operator telekomunikasi itu untuk menindaklanjuti tata cara pengembalian pulsa dan kuota milik pelanggan serta hak-hak pelanggan lainnya yang sekiranya masih ada di kedua operator.

Menanggapi keputusan Kemkominfo, Direktur Utama PT Internux, Dicky Mochtar, memastikan, meski layanan 4G LTE perusahaan telah berhenti, segala hak pelanggan tetap dipenuhi perusahaan.

“Kami sudah menerima SK Menteri Komunikasi dan Informatika terkait hal ini. BOLT mendukung keputusan Kominfo dan sepenuhnya bekerjasama menyesuaikan layanan 4G LTE di Jabodetabek, Banten dan Medan terhitung sejak diterimanya Surat Keputusan itu. BOLT tetap mengutamakan kepentingan dan pemenuhan hak Pelanggan setianya,” ucap Dicky.