Kematian 6 Laskar FPI, Komnas HAM Siap Bandingkan Temuan dengan Hasil Forensik Polri

Nasional

NOTULA – Ahli dan laboratorium forensik independen dilibatkan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) dalam pemeriksaan proyektil peluru atas peristiwa penembakan enam laskar Front Pembela Islam (FPI) oleh polisi.

Kepastian itu diungkapkan Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik, saat menjadi narasumber pada acara diskusi bertajuk “Polisi, FPI dan HAM”.

“Mulai besok ada pemeriksaan mengenai proyektil,” ujar Ahmad Taufan Damanik, Minggu (20/12) malam.

Menurutnya, tim investigasi Komnas HAM akan membandingkan proyektil yang ditemukannya dengan hasil forensik dari kepolisian.

“Kami akan bandingkan proyektil yang kami temukan juga, kami punya jaringan dengan laboratorium dan ahli lain, seperti kasus Intan Jaya Papua. Hasil forensik polisi kami bandingkan dengan temuan tim ahli kami dari universitas,” ungkap Taufan.

Lebih lanjut dia memastikan, Komnas HAM juga telah menemukan bukti-bukti lainnya, seperti sisa-sisa peristiwa KM 50 Tol Jakarta-Cikampek.

“Begitu juga soal saksi-saksi lapangan, dan macam-macam kita temukan. Kami banyak menemukan sisa-sisa peristiwa itu. Misalnya diceritakan, ada mobil yang saling kejar-kejaran dan beradu. Kita memang menemukan di lapangan, ada bekas-bekas dari mobil yang rusak beda warna, berarti bukan satu mobil, ada yang putih ada yang hitam,” rincinya.

Atas dasar itu, pihaknya juga akan mendalami temuan-temuan tersebut, melalui kerja para ahli yang dimiliki Komnas HAM.

“Besok kita akan periksa lagi, kita bawa satu ahli otomotif untuk membandingkan seperti apa gitu. Termasuk mengukur, karena mereka bilang kecepatan mobilnya sekian, kemudian pada saat sekian berapa menit semua mereka katakan begitu ya dalam penjelasan, kita akan uji semua itu,” tuturnya.

“Dengan kecepatan sepertu itu, betul gak dengan jarak yang mereka sebut itu, kita perbandingkan semua. Nanti baru kemudian kita mengambil satu kesimpulan, apa yang sesungguhnya terjadi,” pungkas Taufan.