Keluarga Korban PK-LQP Tagih Janji Lion Air di Depan Istana

Nasional

NOTULA – Puluhan keluarga korban Lion Air PK-LQP berunjuk rasa di depan halaman Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (13/12) sore. Mereka menuntut proses pencarian 64 korban yang belum ditemukan berlanjut.

Aksi digelar mulai pukul 15.47 WIB. Mereka membawa tiga spanduk bertuliskan, “Pak Jokowi di Sana Masih Ada 64 Jasad Menunggu Dievakuasi”, “Pengabaian Keselamatan demi Mengeruk Keuntungan PT Lion Air Berubah Tragedi Kemanusiaan” dan “Menuntut Pemerintah untuk Memberi Perhatian Terhadap Penanganan Kasus Lion Air JT 610”.

Salah satu wakil keluarga para korban, Inchy Ayorbaba, dalam orasinya menyampaikan kekecewaan atas pemberhentian pencarian korban PK-LQP, dan dia berharap Presiden Joko Widodo mendengar.

Dia pun mengungkit pernyataan Jokowi di dalam konferensi pers di Jakarta International Container Terminal (JICT), Tanjung Priok, pada 2 November 2018. Saat itu Jokowi menyebut bahwa ada 125 korban yang telah berhasil diidentifikasi.

“Tapi hingga hari penutupan pencarian korban pada 10 November 2018, masih terdapat 64 (enam puluh empat) korban yang belum ditemukan dan teridentifikasi,” jelasnya.

Para korban, sambung Inchy, juga menyayangkan sikap Lion Air yang telah berjanji akan membiayai pencarian korban.

“Pada 23 November 2018 pihak Lion Air telah berjanji kepada kami akan melakukan dan membiayai pencarian lanjutan tahap ke-2. Namun hingga hari ini janji itu belum juga terealisasi,” sesalnya.