Kejagung Didesak Periksa Kaesang dan Luhut

Nasional

NOTULA – Kejaksaan Agung diharapkan mampu memeriksa koneksi antara orang-orang dekat Presiden Joko Widodo dengan tersangka kasus izin ekspor crude palm oil (CPO).

Direktur Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie, mengaku sudah mendengar informasi itu.

Seperti dikutip dari rmol.id, Jerry mengatakan, satu tersangka dari kalangan pengusaha, yaitu Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Master Parulian Tumanggor, memiliki relasi bisnis dengan Toba Sejahtera Grup, atau tepatnya relasi bisnis dengan Wilmar Plantations.

Kongsi bisnis keduanya melahirkan PT Tritunggal Sentra Buana. Di mana PT Toba Sejahtera menggenggam 25 persen saham Tritunggal yang memiliki perkebunan sawit di Saliki, Kalimantan Timur.

“Kedekatan LBP (Luhut Binsar Panjaitan) dengan Direktur Wilmar Nabati Indonesia patut dicurigai,” jelas Jerry, Sabtu (23/4/22).

Sementara itu satu orang lain yang memiliki keterkaitan dengan Parulian adalah putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep.

Dalam hal koneksi, PT Wilmar Nabati Indonesia merupakan salah satu anak usaha Wilmar Group yang menjadi sponsor klub sepak bola Persis Solo milik Kaesang.

“Ada dua (dugaan) suap untuk memuluskan rencana mereka ataupun ada indikasi money laundering di dalamnya,” tegas Jerry.

Sebab itu Jerry berharap Kejagung bisa melakukan pemeriksaan terhadap Luhut dan Kaesang terkait kasus izin ekspor CPO.

Dia mengaku sudah curiga sejak awal saat Kaesang menjadi bos di klub sepak bola Solo itu, yang dalam operasionalnya membutuhkan cost and budget cukup besar.

“Itu dari mana duitnya. Makanya saya dorong Kejagung panggil Luhut dan Kaesang. Saya pikir Kejagung sebagai lembaga tinggi negara akan memainkan perannya dalam penegakan hukum,” katanya.

“Masalah ini sangat kental dengan kleptokrasi dan persekongkolan birokrat dan stakeholder. Terlihat dalam sejumlah kasus di pemerintahan Jokowi. Salah satunya konspirasi ekspor minyak goreng dan memainkan harga eceran tertinggi (HET),” pungkasnya.