Kecurangan Sudah Kasat Mata, KPU Jangan Tutup Mata

Nasional

NOTULA – Dugaan yang kini merebak, terkait kecurangan dalam proses pemilu di Selangor, Malaysia, merupakan hal yang sangat serius. Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak boleh tutup mata dengan masalah itu.

Demikian disampaikan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Humphrey Djemat, Kamis (11/4), sembari menambahkan, “Kecurangan itu telah menjadi fakta yang sulit dikesampingkan, karena dapat dibuktikan secara kasat mata. Bahkan viral di masyarakat.”

Menurutnya, masalah itu harus diusut tuntas. “Pengungkapan secara prosedural harus dilakukan KPU secara transparan dan cepat, sehingga dapat diketahui sebab musabab dugaan kecurangan itu dan siapa-siapa saja yang terlibat,” katanya.

Selama meneliti kejadian itu, Humprey menyarankan KPU harus menghentikan semua proses Pemilu di Malaysia. Hal berikutnya, sambungnya, harus dilakukannya penyelidikan secara hukum oleh pihak Kepolisian RI , bekerja sama dengan otoritas hukum di Malaysia.

Proses hokum itu, tegas Humphrey, sangat penting, untuk mengetahui siapa dalang pencoblosan surat suara itu.

“Dalam hal ini pihak kepolisian harus bekerja secara profesional dan cepat agar masalahnya menjadi terang benderang,” katanya.

Kedua proses itu, kata Humphrey, baik melalui KPU dan kepolisian, mutlak harus dilakukan, mengingat sudah ada kecurigaan dari masyarakat mengenai adanya kecurangan dalam berbagai bentuk atau cara pada Pemilu kali ini.

Kecurangan model seperti ini, kata Humphrey, seperti dikutip dari rmol.co, hanya bisa dilakukan mereka yang memiliki kekuasaan.

“Ingat, power tends to corrupt, absolute power corrupts absolutely (kekuasaan cenderung disalahgunakan dan kekuasaan mutlak pasti disalahgunakan). Semoga ini tidak terjadi di negeri tercinta kita ini. Kalau sampai terjadi, kiamat demokrasi di Indonesia,” tutupnya.