Kecam Presiden Macron, Ormas Islam Desak Dubes Prancis Diusir

Nasional

NOTULA – Sejumlah ormas Islam yang menggelar unjuk rasa di depan Kedubes Prancis di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, meminta Dubes Prancis untuk Indonesia diusir.

Desakan itu sebagai bentuk protes atas sikap sekaligus pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, yang dianggap menghina umat Islam dan Nabi Muhammad SAW.

“Usir Dubesnya, usir,” teriak massa aksi di sekitar lokasi, Senin (2/11). Massa aksi juga membentangkan spanduk-spanduk bernada kecaman kepada Macron, di antaranya Boycot Macron, Gantung Emmanuel Macron Penghina Rasulullah SAW, dan tulisan lainnya.

Sejumlah tokoh dari Persaudaraan Alumni (PA) 212 hadir di lokasi, di antaranya Syekh Abdul Jabar, Ustaz Haikal Hassan, dan tokoh-tokoh lainnya.

Seperti diketahui, Presiden Macron memicu protes besar di dunia muslim, setelah berkomentar bahwa negaranya tetap mempertahankan kebebasan berpendapat dengan mengizinkan kartun Nabi Muhammad dipublikasikan oleh mingguan Charlie Hebdo.

Tak hanya itu, pada Jumat (23/10) Macron juga mengatakan Islam adalah “agama yang mengalami krisis di seluruh dunia”.

Pernyataan itu disampaikan Macron sebagai reaksi atas pembunuhan guru Samuel Paty baru-baru ini, setelah sang guru menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya.

Macron seperti dikutip dari RMOL.id, menganggap Paty sebagai martir yang mengusung kebebasan berpendapat, serta menyebut pelaku sebagai seorang radikal muslim.