NOTULA – Di banding hari-hari biasa, pengamanan aksi demonstrasi yang bakal digelar di depan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Menteng, Jakarta, Kamis (9/4) siang ini, sedikit berbeda.

Dua lapis gelondongan pagar kawat berduri sudah terpajang kokoh di ruas jalan Imam Bonjol. Tak hanya itu, aparat keamanan yang berjaga juga sedikit berbeda.

Jika biasanya cukup aparat dari Polri, rencana kehadiran Kivlan Zen bersama massa Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (Gerak) ini juga bakal dijaga aparat dari Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Sejumlah kendaraan taktis serta satu unit barracuda dan water cannon juga sudah terparkir rapi di seberang gedung KPU.

Hingga berita ini ditulis, lalu lintas di lokasi masih ramai lancar tanpa ada penutupan arus. Aksi massa memang diagendakan digelar pukul 13.00 WIB.

Seperti diberitakan sebelumnya, aksi yang bakal digela Kivlan Zein dan massa Gerak itu bertujuan menuntut KPU mendiskualifikasi pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 01, Joko Widodo dan KH Maruf Amin, didasarkan atas dugaan kecurangan.

Sementara itu Kepolisian Polda Metro Jaya mengimbau aksi unjuk rasa di depan kantor Bawaslu dan KPU agar berlangsung tertib. Massa diminta mematuhi aturan yang berlaku.

“Tetapi namanya menyampaikan pendapat di depan umum, sesuai UU 9/1998, itu ada aturan yang mengaturnya. Misalnya harus memberitahu kan ke polisi dan tidak boleh menganggu ketertiban umum,” kata Kabid Humas PMJ, Kombes Pol Argo Yuwono, kepada redaksi, Kamis (9/5).

Jika massa aksi melanggar hukum, pihaknya tak segan memberi sanksi sesuai undang-undang yang berlaku. “Kalau melanggar ada sanksinya, bisa KUHP ada di pasal 211 dan 218 dan bisa diproses di situ,” tambah Argo.

Siang ini, seperti dikutip dari rmol.co, massa dari Gabungan Elemen Rakyat untuk Keadilan dan Kebenaran (Gerak) akan melakukan aksi di depan kantor Bawaslu dan KPU.

Aksi yang diinisiatori Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen, Letjen TNI (Purn) Syarwan Hamid dan Eggi Sudjana ini akan menyampaikan tuntutan antara lain meminta kepada penyelenggara Pemilu untuk mendiskualifikasi palon 01 Jokowi-Maruf karena diduga melakukan kecurangan.