Kasus Novel, Komnas HAM Desak Kapolri Bentuk TGPF

Nasional

NOTULA –  Kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK, Novel Baswedan, menyisakan tanda tanya besar. Pasalnya, hingga hari ini pihak kepolisian belum juga bisa mengungkap siapa pelakunya.

Komnas HAM akhirnya mendesak Kapolri, Jenderal Tito Karnavian, beserta jajarannya, membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Novel Baswedan dengan melibatkan masyarakat.

“Kapolri agar membentuk TGPF untuk mengungkap fakta peristiwa dan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan. Dengan melibatkan KPK, tokoh masyarakat, pakar, dan pihak lain yang dibutuhkan,” tutur Wakil Ketua Bidang Eksternal Komnas HAM, Sanrayati Moniaga, di Gedung Komnas HAM, Menteng, Jakpus, Jumat (21/12).

Komnas HAM juga meminta pihak kepolisian untuk serius menangani persoalan Novel Baswedan yang dianggap terlalu berlarut dan tak kunjung membuahkan hasil.

Karenanya, pembentukan TGPF dari pihak kepolisian dinilai dapat membantu menyelesaikan kasus Novel.

“TGPF harus dibentuk sesegera mungkin, bekerja cepat, efektif sesuai prosedur yang berlaku,” tegas Sandra, seperti dikutip dari rmol.co.

Sebelumnya, Komnas HAM telah memberikan laporan terakhir atas kasus Novel kepada Polri dan KPK.