Kasus Korupsi Bansos, ProDem Serahkan 2 Tikus dan Desak Penangkapan Herman Herry

Nasional

NOTULA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak menangkap politisi PDIP, Herman Herry, oleh Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem), termasuk mengusut keterlibatan ‘Madam’ pada perkara dugaan suap Bansos Covid-19.

Desakan itu disampaikan Ketua Majelis ProDem, Iwan Sumule, pada unjuk rasa bersama Bambang Isti Nugroho (BIN), di depan Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (23/3/21).

Puluhan aktivis membawa berbagai macam atribut aksi, seperti poster Herman Herry dan Madam Bansos, dalam bentuk banner maupun atribut aksi lainnya.

Pada poster bergambar Herman Herry terdapat tulisan ‘Tangkap Herman Herry Koruptor Bansos Sekarang Juga!!’. Sedangkan poster bergambar Madam Bansos terdapat tulisan ‘Tangkap Madam Maha Berani Koruptor Bansos’.

Usai aksi teatrikal, Iwan Sumule bersama BIN dan aktivis ProDEM menyerahkan dua tikus kepada pegawai KPK. Tikus itu diibaratkan sebagai koruptor yang harus segera ditangkap, terkait perkara Bansos yang menjerat Juliari Peter Batubara saat menjabat sebagai Menteri Sosial.

“Kedatangan kami kesini, mendesak KPK menangkap Herman Herry dan Madam Maha Berani,” tegas Iwan, di lokasi.

Selain menyerahkan tikus-tikus koruptor Bansos, Koordinator Aksi, Edy Girsang, juga menyampaikan beberapa tuntutan di hadapan pegawai KPK.

“Segera tuntaskan seluruh perkara koruptor Bansos. Menangkap, mengadili dan menghukum Herman Herry yang diduga berat terlibat, seperti diberitakan di media massa. Segera tangkap dan usut juga keterlibatan Madam Bansos,” urai Edy Girsang.

Menurut Edy, KPK harus memiliki nyali besar untuk membersihkan tikus-tikus yang menggerogoti jalannya kesejahteraan masyarakat Indonesia di bawah pemerintahan Jokowi. “ProDem akan mengawal dengan cermat, jadi mohon maaf, KPK jangan main-main,” pungkasnya.

Seperti dikutip dari RMOL.id, Iwan Sumule juga mengatakan, “Bila KPK tak berani menangkap Herman Herry, lebih baik dibubarkan. Dan kami akan terus dating, menuntut agar Herman Herry segera ditangkap,” tegasnya.

Karena, kata Iwan, semua laporan dan data investigasi sudah dimiliki KPK terkait keterlibatan Herman Herry. “Kenapa sampai hari ini KPK tidak menangkap Herman Herry, ada apa? Apakah karena dari PDIP?”

ProDEM juga mendesak KPK menangkap seseorang yang kerap disebut sebagai ‘madam’ dalam kasus ini. ProDEM sendiri menyebut sosok itu sebagai ‘madam mahaberani’.

Sebelum aksi dimulai, para aktivis itu menyanyikan lagu Indonesia Raya, di tengah pengawalan aparat kepolisian.

Sejumlah emak-emak yang ikut aksi terlihat menginjak-injak poster bergambar Herman Herry di tengah cuaca yang panas.