NOTULA – Pegiat media sosial yang juga Koordinator Tim IT Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Mustofa Nahrawardaya, resmi berstatus tersangka atas kasus dugaan ujaran kebencian dan hoax terkait aksi 21-22 Mei lalu.

“Resmi berstatus tersangka,” tegas Kasubdit II Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Kombes Rickynaldo Chairul, kepada wartawan, Minggu (26/5).

Mustofa ditangkap tim Siber Bareskrim Polri di kediamannya, kawasan Pejaten, Jakarta Selatan dini hari tadi, berdasarkan laporan polisi LP/B/0507/V/2019/BARESKRIM, tanggal 25 Mei 2019.

Mustofa dijerat pasal 45 A ayat 2 Pasal 28 ayat 2 UU 19/2016 dan pasal 14 ayat 1 dan 2 dan atau pasal 15 UU 1/1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

Sementara itu, istri Mustofa, Cathy Ahadianti, mengaku paham betul risiko perjuangan suami yang berdiri di barisan oposisi.

“Saya sih sudah tahu risiko perjuangan, kami sudah sering diserang lewat dunia maya, sangat sering,” tutur Cathy.

Ia juga ingat, belum lama ini, tepatnya dua pekan lalu, rumahnya tiba-tiba diserbu pasukan ojek online. “Waktu itu Bapak mau lapor ke Bawaslu, nah Bapak diserang akun Gojek-nya, sampai ada puluhan sopir Go-food datang ke rumah, nggak berhenti-henti,” tuturnya.

Mustofa bersama tim IT BPN memang pernah mendatangi Bawaslu, didampingi Pergerakan Advokat untuk Demokrasi Indonesia (PADI), Selasa (14/5) dua pekan lalu.

“Karena akunnya dihack, jadi banyak order fiktif masuk ke sini, dan kami cukup dirugikan, kami bayar. Kasihan donk sopir gojeknya,” kata Cathy.

Meski begitu, ia tetap cemas, mengingat kondisi suaminya saat ini agak sakit. Menurut Cathy, Mustofa memiliki tiga riwayat penyakit.

“Obat-obatnya masih sama saya. Bapak ada tiga penyakit. Jadi kemarin lagi kumat, darah tinggi, asam urat, sama diabetes. Baru dua hari ini mulai puasa, makanya saya harus pantau kondisinya seperti apa,” katanya.

Chaty mengaku mendampingi Mustofa di Direktorat Cybercrime Bareskrim Polri hingga pukul 7.30 WIB tadi. Setelah itu kehilangan kontak, karena semua ponsel suaminya disita polisi.

“Ini sementara ada pengacara yang ke sana, mungkin koordinasi dengan pengacara, nanti bagaimana-bagaimananya, apakah saya bisa ke sana,” ucapnya.