Kasus Djoko Tjandra, Status Keanggotaan Brigjen Pol Prasetijo Tunggu Putusan Inkracht

Nasional

NOTULA – Divonis bersalah dengan hukuman 3 tahun penjara, kini status keanggotaan Brigjen Prasetijo Utomo bakal ditentukan melalui sidang Komisi Etik dan Profesi Propam Polri.

Sebelumnya, PN Jakarta Timur menyatakan jenderal bintang satu itu bersalah dalam kasus surat jalan palsu Djoko Tjandra, dan oleh majelis hakim Prasetijo divonis tiga tahun penjara.

Meski beigut, Mabes Polri masih menunggu putusan tetap atau inkracht untuk menentukan status yang bersangkutan sebagai anggota Polri.

“Untuk Brigjen Prasetijo akan ditindaklanjuti dengan Sidang Komisi Kode Etik Polri, sesuai Perkap 14/2011,” jelas Kadiv Propam Polri, Irjen Ferdy Sambo, dalam keteranganya, Rabu (23/12/20).

Dijelaskan juga, sebelum dilakukan sidang kode etik, pihaknya masih menunggu putusan inkracht majelis hakim, merujuk pada PP 1/2003 Pasal 12 Polri. “Intinya menunggu keputusan hukum yang berkekuatan tetap,” tandasnya.

Sebelumnya Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis menghormati keputusan majelis hakim yang menjatuhkan vonis bersalah terhadap terdakwa Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Utomo dan Anita Kolopaking, dalam kasus dugaan pemalsuan surat jalan.

“Polri menghormati keputusan majelis hakim atas vonis ketiga terdakwa tersebut,” kata Idham di Jakarta, Selasa (22/12/20).

Menurut Kapolri, dengan vonis itu, proses penegakan hukum di internal Polri berjalan secara profesional dan tak pandang bulu. Siapapun anggota Polri yang terbukti melakukan kesalahan akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Sejak awal komitmen Polri sudah jelas, proses penegakan hukum tidak tajam ke bawah dan tumpul ke atas, tetapi imbang dan merata untuk siapapun,” tegas Kapolri.