Kasus Bansos – Formasa Minta KPK Tidak Banci, Desak Periksa Puan dan Herman Herry

Nasional

NOTULA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak memeriksa dua petinggi PDIP dalam kasus dugaan suap bantuan sosial (Bansos). Desakan disampaikan sejumlah pemuda dan mahasiswa dengan berunjuk rasa di Gedung Merah Putih.

Dikutip dari RMOL.id, sekitar 10 pemuda dan mahasiswa itu datang ke Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (27/1/21) pada pukul 14.30 WIB. Enam dari sepuluh pria itu terlihat mengenakan daster yang biasa dipakai Ibu-ibu.

Mereka juga terlihat membawa atribut aksi. Seperti poster dan spanduk. Pada poster yang dibawa, terlihat gambar politisi PDIP, Herman Herry dan Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Di bawah gambar kedua wajah politisi PDIP itu juga ada sebuah tulisan, “Periksa Madam Puan Maharani” dan “KPK Kapan Tangkap Herman Herry???”.

Lewat orasinya, koordinator lapangan Forum Mahasiswa Nusantara (Formasa) dan Pemuda Muslimin Indonesia itu menjelaskan maksud kehadirannya ke Gedung KPK dengan menggunakan daster.

“Kami pakai daster sebagai tanda bahwa KPK banci, karena tidak berani memeriksa Puan Maharani dan Herman Herry,” tegas sang orator, Ari Santoso.

Menurut dia, dari perkembangan kasus yang menjerat Juliari Peter Batubara (JPB) saat menjabat sebagai Menteri Sosial itu, diduga kuat melibatkan petinggi di PDIP, yakni Puan Maharani yang diduga disebut sebagai “Madam”, dan Herman Herry yang disebut turut mendapatkan proyek Bansos.

“Kita cuma ingin mendorong KPK secepatnya mencari kebenaran, mencari perkembangan kasus tindak pidana korupsi bantuan sosial ini. Tema besarnya, periksa dan adili terduga kasus bantuan sosial saudari Puan Maharani dan saudara Herman Herry,” pungkasnya.