Kasus Abu Janda Jadi Uji Gagasan Polri Presisi Kapolri Baru

Nasional

NOTULA – Kasus dan proses hukum terhadap Permadi Arya alias Abu Janda menjadi ruang pengujian bagi gagasan Polri Presisi yang digawangi Kapolri baru, Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Pengamat hukum Universitas Al Azhar Indonesia, Suparji Ahmad, berpendapat, tidak mengherankan jika publik menengarai Abu Janda dibekingi pihak tertentu.

Alasannya, sudah banyak laporan terhadap Abu Janda, karena berbagai tindakannya. Jangankan diproses hukum, Abu Janda justru melenggang bebas seperti tak tersentuh hukum, bahkan selalu mengulangi perbuatan.

“Jadi ini merupakan batu uji untuk merealisasikan konsep Polri Presisi,” kata Suparji Ahmad, seperti dikutip dari RMOL.id, Sabtu (30/1/21).

Menurut dia, jika Abu Janda masih kebal hukum, ia memprediksi, minimal kepercayaan publik akan menurun terhadap gagasan presisi.

Sebab itu dia menyarankan agar Abu Janda segera diproses hukum. Agar energi bangsa tidak mubadzir mengurusi berbagai provokasi yang kerap dilakukan Abu Janda.

“Perlu ada penegakan hukum dari laporan terhadap Abu Janda. Jika tidak cepat diambil tindakan, kepercayaan publik pasti terganggu,” tukas Suparji.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggagas transformasi Polri Presisi, dikemukakan saat uji kelayakan kepatutan dan kepatutan di Komisi III DPR RI, yakni Polri yang prediktif, responsibel dan transparansi berkeadilan.