Kapolri: Suara Mahasiswa adalah Suara Demokrasi

Nasional

NOTULA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan Polri mengawal aspirasi mahasiswa. Penegasan itu disampaikan saat menemui massa yang tengah unjuk rasa di depan Gedung DPR RI.

Bahkan, Kapolri meminta seluruh jajarannya mengawal dan menjaga mahasiswa saat menyampaikan aspirasinya. Baginya, mahasiswa merupakan teman dan anak-anak kandung yang harus dijaga.

“Jaga mereka, kawal jangan sampai ada yang menunggangi. Karena aspirasi mahasiswa adalah suara akademisi, suara murni dan itu harus selalu dijaga, harus selalu dikawal,” kata Kapolri dari atas mobil komando aksi, Senin (11/4/22).

Lebih lanjut dia menegaskan, suara mahasiswa merupakan suara demokrasi. “Harus kita kawal, dan polisi siap mengawal suara mahasiswa, karena kalian mitra-mitra kita semua,” sambung Kapolri.

Jenderal Listyo Sigit menegaskan, Polri mendukung kebebasan demokrasi dan berekspresi. Untuk seluruh aspirasi yang saat ini mengemuka, Kapolri menjamin akan tersampaikan.

“Kami berharap dibantu, agar seluruh proses penyampaikan aspirasi berjalan aman,” pinta Kapolri, seperti dikutip dari rmol.id.

Seperti diketahui, mahasiswa yang tergabung dalam BEM SI dari beberapa kampus seperti UNJ, Politeknik Negeri Jakarta, IPB, Universitas Jenderal Soedirman, dan BSI, menggelar aksi di Gedung DPR RI.

Ada lima tuntutan yang dibawa mahasiswa dalam aksi kali ini. Pertama, mendesak Presiden Jokowi tegas menolak wacana menunda Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden.

Mahasiswa mendesak dan menuntut Presiden Jokowi menunda dan mengkaji ulang Undang-Undang Ibu Kota Negara (UU IKN).

Mahasiswa juga menuntut Jokowi bekerja maksimal menstabilkan harga bahan pokok. Mahasiswa juga mendesak Jokowi mengusut tuntas kasus mafia minyak goreng. Terakhir, mereka meminta Jokowi menyelesaikan konflik agraria di Indonesia.