Kapolri: Jangan Ragu Usut Mafia Tanah, Siapapun Bekingnya!

Nasional

NOTULA – Seluruh jajaran kepolisian diinstruksikan tidak ragu mengusut tuntas kasus tindak pidana mafia tanah di seluruh Indonesia. Perintah itu disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kamis (18/2/21).

“Masalah mafia tanah menjadi perhatian khusus Bapak Presiden, dan saya diperintahkan mengusut tuntas masalah ini,” tegas Sigit, dalam keterangan tertulis, di Jakarta.

Sebab itu dia menginstruksikan seluruh jajarannya bekerja maksimal dalam melakukan proses hukum terkait pidana mafia tanah.

Sebagai penegak hukum, tambah Sigit, polisi harus menjalankan tugas membela hak yang dimiliki dari masyarakat.

“Saya perintahkan kepada seluruh anggota di seluruh jajaran, agar tidak ragu-ragu, dan usut tuntas masalah mafia tanah, kembalikan hak masyarakat, bela hak rakyat, tegakkan hukum secara tegas,” ujar eks Kabareskrim ini.

Pada bagian lain, Sigit juga menegaskan, agar jajarannya menindak siapapun yang membekingi ataupun aktor intelektual di balik sindikat mafia tanah itu.

“Karena masalah mafia tanah menjadi perhatian presiden, saya minta jajaran tidak perlu ragu memproses tuntas, siapapun ‘bekingnya’,” tegasnya.

Dia menjelaskan, pemberangusan mafia tanah merupakan bagian dari program Presisi, atau pemolisian prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

“Sebagaimana program Presisi, proses penegakan hukum harus diusut tuntas tanpa pandang bulu,” pesannya.

Terkait kasus mafia tanah, pada 2020, Bareskrim Polri melalui Satgas Mafia Tanah, melakukan proses penyidikan sebanyak 37 perkara. Delapan dalam proses penyelidikan.

Dari penyidikan itu, 12 diantaranya sudah dilakukan pelimpahan tahap II, enam perkara dinyatakan lengkap atau P21 dan 4 diantaranya proses P19 serta tiga kasus SP3.

Selanjutnya Polda Metro Jaya menangkap 1 sindikat mafia tanah. Komplotan itu bekerja dengan memalsukan akta tanah dan membuat e-KTP ilegal. Atas kejahatannya korban mengalami kerugian ratusan miliar.

Saat ini, polisi juga sedang mengusut kasus sindikat mafia tanah yang diduga melakukan penipuan sertifikat ibu dari mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal.

Dalam pengembangannya, Polisi sejauh ini sudah menetapkan 12 orang sebagai tersangka terkait dengan perkara tersebut. Polda Metro Jaya saat ini telah menerima tiga laporan dalam kasus itu.

Laporan pertama dilakukan pada April 2020 lalu terkait rumahnya di Pondok Indah, laporan kedua pada November 2020 terkait rumahnya di Kemang, dan ketiga pada Januari 2021, yang mana masih dalam proses penyidikan.