Kapal China Menyusup Masuk Indonesia, Wajar La Nyalla Tegur Kementerian Pertahanan

Nasional

NOTULA – Gara-gara kapal survei milik China lolos hingga Selat Sunda tanpa terdeteksi, beberapa hari lalu, Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, La Nyalla Mahmud Mattalitti, tegur Kementerian Pertahanan (Menhan) yang dipimpin Prabowo.

Teguran itu dinilai wajar. “Bagaimanapun La Nyalla itu ketua lembaga tinggi negara. Dia berhak menegur Prabowo,” kata pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin, , Minggu (17/1/21).

Menurutnya, teguran La Nyalla semakin wajar, karena masuknya kapal China ke Selat Sunda tanpa izin dan tidak terdeteksi, jelas merupakan ancaman kedaulatan negara yang nyata.

“Jadi (teguran itu) untuk mengingatkan bahwa ada ancaman kedaulatan negara. Wajar saja apa yang disampaikan La Nyalla,” pungkasnya, seperti dikutip dari RMOL.id.

Sabtu (16/1/21) kemarin, La Nyalla meminta Kementerian Pertahanan yang dipimpin Prabowo Subianto bisa lebih peduli pada pertahanan Indonesia. Dia mengambil contoh kapal China bernama Xiang Yang Hong 03 telah memasuki wilayah NKRI tanpa izin.

Kapal itu kedapatan mematikan Automatic Identification System (AIS) sebanyak 3 kali ketika memasuki perairan Indonesia dan melintasi perairan Selat Sunda pada Rabu (13/1/21) malam.

“Masuknya kapal survei China ke perairan Indonesia di Selat Sunda harus menjadi concern Kementerian Pertahanan. Masuknya kapal itu tanpa terdeteksi adalah warning bagi pertahanan kita,” kata La Nyalla.

“Sekali lagi kita mengingatkan kepada Kementerian Pertahanan, karena ini sangat penting untuk diperhatikan, karena menyangkut teritori dan kedaulatan negara,” tegas La Nyalla.

Dalam keterangan resminya, La Nyalla juga berharap pemerintah membenahi sistem keamanan laut. Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia seharusnya memiliki armada laut yang kuat, untuk memantau seluruh wilayah perairannya.