NOTULA – Polri menjamin pelaksanaan Pemilu serentak berlangsung aman. Memasuki kampanye hari terakhir Pemilu 2019, Sabtu (13/4), kepolisian menggolongkan tingkat keamanan nasional masuk pada siaga satu.

“Statusnya siaga satu, semua dalam kondisi siap siaga, dan besok masuk masa tenang,” jelas Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo, dalam diskusi “Pemilu Asyik Jangan Golput” di kawasan Menteng, Jakarta.

Dedi memastikan, sampai saat ini belum ada potensi gangguan yang muncul pada proses Pemilu. Meski begitu, Polri dibantu TNI dan aparat terkait, tetap waspada mencegah segala potensi konflik yang muncul.

“Dari hasil deteksi intelijen kita, masih belum ada (ancaman). Tapi untuk kewaspadaan di tingkat Polsek, Polres, Polda, tingkat pelaksanaan, tingkat kewaspadaan tetap siaga satu. Kita mengantisipasi segala sesuatu yang mungkin terjadi,” imbuhnya.

Mantan Wakapolda Kalimantan Tengah ini juga menjelaskan, aparat telah membagi Indonesia pada 7 zona besar dalam upaya menciptakan rasa aman terhadap rakyat. Jawa 2 zona, Sumatera 2 zona, zona Kalimantan, Zona Sulawesi, dan zona Indonesia Timur meliputi Maluku, Maluku Utara dan Papua.

“Di tiap zona kita punya pasukan cadangan, agar setiap potensi konflik siap memback up, memitigasi dan mencegah potensi konflik terjadi,” tambahnya.

Sementara itu, selama masa tenang Pemilu berlangsung, Dedi meminta masyarakat tetap tenang. Selain itu para pemilih harus menyaring segala informasi yang diterima, agar para pemilih terhindar dari kabar hoax atau berbau fitnah. Selain itu, dengan segala jaminan keamanan yang diberikan aparat, masyarakat diharapkan tidak Golput dan tidak takut mencoblos ke TPS.

“Prinsipnya kita mengimbau masyarakat supaya tidak mudah terpengaruh terhadap informasi-informasi sumbernya yang tidak kredibel. Sumbernya yang tidak bisa dikonfirmasi,” pungkas Dedi, seperti dikutip dari rmol.co.