KAHMI Desak Tetapkan OPM Sebagai Organisasi Teroris

Nasional

NOTULA – Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) mengutuk dan mengecam penyerangan di Kabupaten Nduga, Papua, yang menewaskan 19 pekerja PT Istaka Karya dan satu prajurit TNI.

Koordinator Presidium MN KAHMI, Hamdan Zoelva, secara tegas menyatakan aksi itu dilakukan Organisasi Papua Merdeka (OPM), sebagaimana istilah yang digunakan Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Mereka juga mengutuk keras aksi biadab OPM itu.

“Kami mengutuk keras aksi keji tanpa perikemanusiaan kelompok separatis OPM itu,” tegasnya.

Demi menanggulangi korban jiwa serupa, MN KAHMI mendesak agar pemerintah menggolongkan OPM sebagai organisasi teroris di negeri ini. Dengan penetapan itu, Hamdan mendesak aparat penegak hukum segera menindak tegas mereka.

“Kami mendesak pemerintah untuk menetapkan OPM sebagai organisasi teroris,” tegas Hamdan, seperti dikutip dari rmol.co.

“Sudah terlalu banyak korban sipil dan aparat negara akibat tindakan kekerasan dan terorisme di Papua,” pungkasnya.