Kabareskrim: Siapapun Ganggu Pemilu Berurusan dengan Polisi

Nasional

NOTULA – Siapapun, orang atau kelompok yang ingin menganggu jalannya Pemilihan Umum 2019, bakal berurusan dengan polisi.

Peringatan itu disampaikan Kabareskrim Polri, Komjen Arief Sulistyanto, saat disambangi Mendagri Tjahjo Kumolo, di kantornya, Jakarta, Kamis (3/1).

“Semua yang ingin melakukan kekacauan terhadap Pemilu pasti akan kita selesaikan,” kata Arief.

Alumni Akademi Kepolisian 1987 itu juga mengantongi surat perintah langsung dari Kapolri guna menuntaskan kabar bohong alias hoax 7 kontainer berisi surat suara yang sudah tercoblos di kawasan Tanjung Priok.

“Bapak Kapolri sudah memberikan instruksi kepada Kabareskrim, kepada saya, untuk betul-betul melakukan penyelidikan terhadap masalah ini,” tegasnya.

Sejak kabar itu beredar hingga KPU bersama Bawaslu mengecek langsung kebenaran informasi yang beredar, Polri, kata Arief telah memulai langkah penyelidikan.

“Tim cyber Bareskrim bergabung dengan Polda Metro sudah investigasi,” tekan dia.

Sudah pasti, sambung Arief, semua pihak yang menyebarluaskan informasi bohong akan diproses seusai hukum perundang-undangan yang berlaku. Mereka terancan dengan pasal 27 UU ITE tentang Informasi dan Transaksi elektronik.

“Semua pihak, siapapun orangnya,” tegas mantan Kapolda Kalimantan Barat ini, seperti dikutip dari rmol.co.