NOTULA – Ibu dan anak di Lampung ini tampak kompak dalam kehidupan, baik suka maupun duka. Tapi keduanya kini harus berurusan dengan polisi, karena diduga menjual gadis perawan kepada lelaki hidung belang.

Keduanya memakai jasa media daring (online) untuk menawrkan sejumlah gadis untuk dijajakan kepada lelaki.

“Terakhir mereka memperdagangkan keperawanan pelajar SMA seharga Rp500 ribu kepada para pria hidung belang lewat telepon genggam,” ungkap Kapolres Lampung Timur, AKBP Taufan Dirgantoro, seperti dilansir rmol.co, kemarin (11/1)

Lebih lanjut Taufan menegaskan, dari hasil penjualan itu, hasilnya dibagi-bagi, yakni mereka bertindak sebagai mucikari memeroleh 40 persen sedangkan para anak baru gede (ABG), usia 15 dan 16 tahun, mendapatkan 60 persennya.

Pada koferensi pers, Taufan menunjukan barang bukti kejahatan ibu-anak itu, berupa tisu yang ternoda bercak darah, uang Rp 200 ribu, dan telepon android yang dipakai untuk transaksi.

Barang bukti itu disita dari rumah tersangka di Kecamatan Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur.

“Untuk sementara ada tiga korban perdagangan yang masih di bawah umur, yakni CA, SA, dan AA. Mereka mengaku baru bisnis dua atau tiga bulan terakhir ini,” pungkas Kapolres.