Jokowi: Kini, Morowali – Kendari Tak Sampai Satu Jam

Nasional

NOTULA – Peresmian bandara baru Morowali dilakukan Presiden Jokowi, Minggu (23/12) lalu. Bandar Udara Syukuran Aminuddin Amin itu dibangun di atas lahan seluas 158 hektare, memiliki landasan pacu 1500 m x 30 m, apron 80 m x 70 m, dan taxiway 192 m x 18 m. Fasalitas terminal penumpang seluas 1.000 m2.

Bandara itu berada di Desa Umbele, Kecamatan Bumiraya, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Peresmian dilakukan bersamaan empat terminal bandara baru, yakni Terminal Bandara Syukuran Aminuddin Amir di Sulawesi Tengah, Terminal Bandara Haji Aeropala Selayar dan Terminal Bandara Lagaligo-Bua di Sulawesi Selatan, dan Terminal Bandara Betoambari di Sulawesi Tenggara.

“Dulu, warga Morowali di Sulteng jika ke Palu, menempuh 12 jam perjalanan darat 520 km. Ke Makassar yang lebih jauh, bisa naik kapal laut. Sekarang, mereka punya pilihan setelah Bandara Morowali beroperasi. Dari Morowali, naik pesawat ke Kendari tak sampai satu jam,” kata Presiden Jokowi dalam twitnya, Rabu (26/12) pagi ini.

Sebelumnya, Dirjen Perhubungan Udara Polana B Pramesti, melalui siaran pers, menjelaskan, keberadaan bandara ini sangat diperlukan untuk menunjang konektivitas masyarakat Morowali menuju kota-kota yang lebih besar di sekitarnya seperti Palu, Poso, Kendari dan Makassar.

Menengok sebelum adanya pembangunan bandara itu, kata Polana, seperti dikutip dari rmol.co, transportasi masih menggunakan jalan darat dan laut.

Dengan kontur Morowali yang banyak pegunungan dan bentang alam kapur, jalan darat harus menempuh 8-9 jam dari Kendari, sementara dari Palu ibu kota provinsinya, ditempuh hingga 12 jam perjalanan, dan dari Makassar hingga 23 jam perjalanan.