NOTULA – Berbagai komponen mengutuk aksi kerusuhan 21-22 Mei, termasuk Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI), terlebih aksi kerusuhan dan kekerasan itu mengakibatkan korban jiwa dan luka-luka.

Dalam pernyataan sikapnya, MN KAHMI mendesak penegak untuk mengusut tuntas pihak-pihak yang terlibat kerusuhan, termasuk aktor intelektual yang menjadi dalang kerusuhan itu.

“Aktor intelektual dan pihak yang mendanai kerusuhan harus diproses secara tangkas, transparan dan berkeadilan sesuai hukum yang berlaku,“ tegas Koordinator Presidium MN KAHMI, Hamdan Zoelva, dalam keterangan tertulis, Senin (27/5).

Menko Polhukam Wiranto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian juga didesak segera memproses dan memberi sangsi tegas terhadap oknum aparat kepolisian yang telah bersikap over acting dan tidak disiplin dalam menangani Aksi Damai, hingga mengakibatkan korban jiwa berjatuhan.

Sementara kepada Presiden Joko Widodo, MN KAHMI mendesak dibentuknya Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mengungkap fakta dan bukti serta merekomendasikan langkah-langkah penanganan demi tegaknya hukum dan perlindungan HAM

“Tim ini harus beranggotakan akademisi dan tokoh-tokoh masyarakat yang independen dan berintegritas,” tegasnya, seperti dikutip dari rmol.co.

Sedang Komnas HAM diminta melakukan investigasi secara komprehensif terhadap pihak-pihak yang melakukan kekerasan terhadap nilai-nilai kemanusiaan dan pelanggaran HAM.

“Komnas HAM harus segera mengambil sikap dan langkah proaktif untuk membela dan menegakkan HAM,” pungkas Hamdan.