Johanes Kotjo Dimintai Rp 2 Miliar untuk Munaslub Golkar

Nasional

NOTULA – Untuk membiayai Munaslub Partai Golkar, mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Eni Maulani Saragih, mengakui meminta uang kepada Johannes Budisutrisno Kotjo selaku pemilik saham PT Blackgold Natural Resource Ltd.

“Kalau pengkondisian itu saya minta, untuk Munaslub saya minta langsung Pak Kotjo,” kata Eni, saat bersaksi untuk terdakwa Idrus Marham, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Selasa (29/1).

Seperti diketahui, Eni, Idrus dan Kotjo, merupakan tersangka dalam kasus suap proyek pembangunan PLTU Riau-I. Eni juga menjelaskan, permintaan dana kepada Kotjo berdasarkan tanggung jawabnya sebagai bendahara Munaslub Golkar.

Munaslub Golkar digelar untuk menetapkan ketua umum, Airlangga Hartarto, menggantikan Setya Novanto, yang terjerat kasus korupsi proyek E-KTP.

“(Untuk) Munaslub Pak Kotjo bantu saya, saya bendahara Munaslub. Saya berkewajiban membiayai Munaslub,” jelas Eni, seperti dikutip dari rmol.co.

Sementara itu, dalam dakwaan Eni, disebutkan, sebagian uang suap PLTU Riau-1 senilai Rp 2 miliar digunakan untuk membiayai Munaslub Golkar 2017. Belakangan, sebagian uang senilai Rp 713 juta telah dikembalikan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui Wasekjen Golkar, Sarmuji.

Idrus Marham sendiri didakwa menerima suap Rp 2,250 miliar terkait proyek PLTU Riau-1. Uang diberikan Kotjo sebagai konsorsium pelaksana proyek. Dia dinilai berperan atas pemberian uang dari Kotjo yang diduga digunakan untuk membiayai Munaslub Golkar.

Selain itu, Idrus juga disebut meminta agar Kotjo membantu pendanaan suami Eni Saragih, Muhammad Al Khadzik saat mengikuti Pilkada Temanggung.