JK Marah, Fahri: Semua Ini Bom Waktu, Pada Saatnya akan Jadi Skandal

Nasional

NOTULA – Wakil Presiden, HM Jusuf Kalla, mengkritik dan marah-marah terkait pembangunan kereta ringan atau light rail transit (LRT) Jakarta-Bogor-Depok-Bekasi (Jabodebek) yang dinilai tidak sangat boros alias tidak efisien.

Bayangkan, biaya pembangunan moda transportasi melalui rel melayang (elevated) itu mencapai Rp 500 miliar per kilometer.

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, tidak heran dengan kritik dan kegeraman wakil presiden yang sudah dua kali menjabat itu.

Dan menurutnya, semua itu hanyalah soal waktu, dan pada saatnya berpeluang akan menjadi skandal di kemudian hari.

“Semua ini bom waktu…. Pada waktunya akan meledak dan menjadi skandal…,” kata Fahri Hamzah, di akun @Fahrihamzah, Sabtu (12/1), seperti dikutip dari rmol.co.

Menurut Fahri, bukan kali ini saja JK marah saat ada kebijakan yang berpotensi merugikan negara.

“@Pak_JK pernah terbukti marah dengan keganjilan harga. Saat2 akhir seperti ini. Saat beliau tau ada upaya melakukan bailout kepada #BankCentury. Beliau ambil alih perkara demi nama baik. Semoga masih ada nurani menahan kerugian negeri,” tuturnya.