Jenderal Tito: Polri Bukan Milik Seseorang

Nasional

NOTULA – Rotasi pejabat di tubuh Polri merupakan hal biasa. Salah satu penyebab rotasi, karena ada perwira tinggi yang memasuki masa purna tugas.

Demikian dikatakan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, usai serah terima jabatan Kabareskrim, Kapolda Metro Jaya, dan beberapa PJU di Rupatama Mabes Polri, Jakarta, Kamis (24/1).

“Rekan media, mohon jangan sampai salah mengutip. Karena selalu ada regenerasi Polri. Polri tidak dimiliki seseorang, apalagi Kapolri,” Tito menambahkan.

Dua perwira tinggi yang memasuki masa purna tugas adalah Komjen Pol Luthfi Lubhianto, mantan Kabaintelkam, dan Irjen Pol Deden Juhara, mantan Asisten Operasi Polri, yang bakal pensiun pada Februari. Dengan adanya dua PJU yang akan pensiun, otomatis memicu terjadinya regenerasi.

“Dan Polri tidak gampang menunjuk, banyak sekali pertimbangan yang kita lakukan. Setelah semua proses dilakukan, ini hasilnya,” jelasnya.

Tito sangat mengapresiasi Irjen Pol Deden Juhara, yang saat menjabat sebagai Asisten Operasi Polri (Asops) dianggap berhasil menghadapi operasi separatisme, gempa, pengamanan daerah konfilik, pengamanan Pilkada, Asian Games, Para games dan Annual Meeting IMF-WB di Bali.

“Jujur, saya sangat terkesan, semangat dan dedikasi. Saya ucapkan terima kasih pada senior,” imbuhnya, seperti dikutip dari rmol.co.

Bagi Tito, perbedaan dalam suatu organisasi adalah hal yang lumrah, asal tidak menimbulkan dampak destruktif. “Perbedaan hal biasa, semua itu untuk memperkuat,” pungkas Tito.