Jenderal Djoko Santoso Berpulang

Nasional

NOTULA – Mantan Panglima TNI, Jenderal (Purn) Djoko Santoso, meninggal dunia, Minggu (10/5), dini hari tadi, setelah mengalami pendarahan otak dan dirawat di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat.

Mantan ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu sudah dirawat di RSPAD beberapa waktu belakangan, karena pendarahan otak.

Hal itu dibenarkan Wasekjen DPP Partai Gerindra, Andre Rosiade, beberapa waktu lalu. Menurut dia, jenazah Djoko Santoso yang tutup usia pada umur 67 tahun itu akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat.

Jenazah terlebih dulu disemayamkan di rumah duka, Jalan Bambu Apus Raya No 100, Jakarta Timur. “Informasi dari ajudan, memang dimakamkan sandiego hills. Tapi saya nggak tahu, bisa berubah lagi nggak,” katanya, seperti dikutip dari rmol.id.

Berdasar keinginan keluarga, sambung Wasekjen Partai Gerindra itu, jenazah Djoksan, demikian sejawatnya memanggil, tidak akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, tapi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) San Diego Hill, Karawang, Bekasi.

Menurut rencana, Jenazah diberangkatkan ke San Diego Hills pukul 13.00, dengan diawali upacara yang dipimpin KSAD. Selanjutnya jenazah tiba di San Diego Hills pada pukul 15.00, selanjutnya dimakamkan. Upacara pemakaman akan dipimpin Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Kabar berpulangnya Djoko Santoso juga dibenarkan anggota DPR RI Fraksi Gerindra, Habiburokhman. “Benar (informasi pak Djoko Santoso meninggal),” katanya, saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (10/5).

Selain berkarir di dunia militer, Djoko Santoso juga pernag menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Bulutangkis Indonesia pada 2008. Pada 2015, Djoksan masuk ke dunia politik dengan bergabung ke Partai Gerindra, sebagai dewan pembina.

Karir politiknya mencapai puncak saat ditunjuk pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai ketua tim sukses di Pilpres 2019 lalu.