Jelang kebebasan Abu Bakar Ba’asyir, Maaf, Tak Ada Acara Penyambutan

Nasional

NOTULA – Keluarga dan Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo, menyambut gembira kabar bebasnya Abu Bakar Ba’asyir. Rencana penjemputan langsung dikoordinasikan dengan pihak pondok dan penasihat hukum TPM (Tim Pengacara Muslim).

“Kami langsung koordinasi dengan TPM, pondok (Al Mukmin), juga Polsek Grogol. Ustaz Abu Bakar akan pulang, besok (hari ini, red) keluarga berangkat ke Jakarta, menjemputnya,” tutur putra Abu Bakar Ba’asyir, Abdul Rochim, yang biasa disapa Ustaz Iim, kepada awak media di Ponpes Al Mukmin, Senin (4/1/21).

Dia berharap proses kepulangan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir berjalan lancar, mengingat beliau sudah sepuh, berusia 83 tahun.

“Perjalanan darat. Nanti dikawal tim kesehatan dari Mer-C, TPM, dan mungkin dikawal Densus juga, karena tahanan teroris, kalau memang itu prosedurnya, kita ikut saja,” imbuh Ustaz Iim, seperti dikutip dari RMOL.id.

Ihwal kabar bebeasnya Ustaz Abu Bakar kali Ba’asyir kal ini sangat dipercaya pihak keluarga, meskipun sudah beberapa kali kabar itu muncul, tapi akhirnya batal.

“Kalau sekarang ini memang masa penahanan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir sudah selesai, jadi tidak ada lagi alasan ditunda,” katanya.

Ustaz Iim menegaskan, tidak ada acara penyambutan atau sejenisnya. Bahkan pihaknya berharap masyarakat tidak datang ke pondok, agar tidak menimbulkan kerumunan yang bisa menjadi pemicu penyebaran Covid-19.

“Tidak ada acara apapun. Kami imbau tidak ada kerumunan, kami mohon maklum, karena masih pandemi, kami batasi tamu atau orang yang akan bertemu ustaz Abu Bakar Ba’asyir, demi saling menjaga kesehatan,” tuturnya.

Soal kondisi Abu Bakar Ba’asyir, ustaz Iim mengaku sehat, meski sudah sepuh. “Saya bertemu beliau akhir November lalu, cuma sebentar, hanya menyapa saat beliau berada di RSCM, mohon doanya,” tandasnya.

Seperti diberitakan, Abu Bakar Ba’asyir ditangkap pada Agustus 2010, dengan tuduhan terlibat tindak pidana terorisme. Melalui persidangan, pengasuh Ponpes Al Mukmin Ngruki itu divonis 15 tahun penjara pada 2011.

Dia sempat dipenjara di Nusa Kambangan, tapi karena alasan Kesehatan, Abu Bakar Ba’asyir dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur Bogor.

Menurut rencana, Jumat (8/1) lusa, Abu Bakar Ba’asyir berhak menghirup udara bebas setelah menjalankan masa hukumannya.