Jelang Coblosan, Polri: Semua Harus Taat Prokes

Nasional

NOTULA – Rabu (9/12/20) hari H pelaksanaan Pilkada serentak. Mabes Polri meminta pihak penyelenggara, termasuk pemilih, mematuhi protokol kesehatan (Prokes) di tempat pemunggutan suara (TPS).

“Tak perlu khawatir, silahkan gunakan hak pilih. TNI-Polri akan menjaga suasana tetap aman dan kondusif. Tapi jangan lupa, penyelenggara dan pemilih harus mengutamakan protokol kesehatan,” imbau Kadiv Humas Polri, Irjen Argo Yuwono, di Jakarta, Senin (7/12/20).

Pilkada serentak akan digelar pada 9 Desember 2020, diikuti 270 daerah, meliputi sembilan provinsi, 224 kabupaten, dan 37 kota.

Masih menurut Argo, Polri akan memaksimalkan pengamanan bersama TNI, dibantu stakeholder lainnya. Termasuk melakukan mitigasi dan pemetaan di wilayah yang menggelar Pilkada khususnya daerah rawan.

Dia juga menjelaskan, pengamanan akan dipertebal, khususnya untuk daerah yang dianggap rawan atau berpotensi muncul konflik, baik sebelum atau pun sesudah pelaksnaan Pilkada.

“TNI-Polri juga stakeholder lainnya melakukan pengawalan ketat terkait logistik Pilkada. Selain itu, pengamanan juga dimaksimalkan khususnya di TPS yang dikategorikan aman, rawan dan sangat rawan,” ungkap jenderal bintang dua itu.

Sebanyak 266.220 TPS kategori aman akan dijaga dua polisi per 10 TPS. Kemudian 34.863 TPS kategori rawan dijaga dua polisi per dua TPS. Selanjutnya 5.113 TPS kategori sangat rawan akan diamankan dua polisi per satu TPS. Dan terakhir 732 TPS kategori khusus diterjunkan dua personel per satu TPS.

Pengamanan itu, kata Argo, dilakukan dengan maksimal dengan tujuan seluruh masyarakat dapat menggunakan hak demokrasinya dengan tenang tanpa adanya rasa khawatir atas gangguan kamtibmas.

“Pada Pilkada kali ini, Polri menyiapkan 456.141 personel. Sebanyak 145.189 personel dikhususkan untuk melakukan melakukan pengamanan pada saat pemungutan suara,” ujar Argo.

Selain itu, 3.100 personel Brimob Nusantara juga disiagakan untuk di BKO-kan alias disebar ke daerah-daerah untuk membantu pengamanan.

Seperti di Polda Jambi 400 personel, Polda Kepri 200 personel, Polda Kaltara 200 personel, Polda Sulsel 500 personel, Polda Sultra 300 personel, Polda Sulteng 400 personel, Polda Papua Barat 500 personel dan Polda Papua sebanyak 600 personel.