Jelang Aksi BEM SI, Aktivis ’98 Minta Aparat Tidak Represif

Nasional

NOTULA – Jelang aksi demonstrasi Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) dan elemen mahasiswa serta masyarakat lainnya, aparat keamanan diminta tidak mempersulit dan menghalangi jalannya aksi.

Permintaan itu disampaikan aktivis ’98, Ubedilah Badrun, yang mengaku khawatir ada upaya menghalang-halangi massa aksi yang hendak menuju ke Jakarta.

“Aparat jangan sampai melakukan berbagai upaya yang menyulitkan terlaksananya aksi mahasiswa ini. Demonstrasi itu hak, menghalanginya merupakan tindakan melawan HAM,” tutur Ubedilah, Minggu (10/4/22).

Aktivis Nurani 98 itu juga meminta aparat keamanan tidak melakukan tindakan represif dalam mengamankan aksi unjuk rasa yang akan digelar mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat itu.

“Tindakan refresif, bukan saja akan berpotensi terjadinya pelanggaran HAM, tetapi juga akan dapat meningkatkan eskalasi gerakan mahasiswa,” pungkas dosen Universitas Negeri Jakarta (UNJ) itu, seperti dikutip dari rmol.id.

Pada bagian lain, Ubedilah yang merupakan pelapor anak Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), merestui mahasiswanya berunjuk rasa.

“Saya merestui mahasiswa untuk turun aksi,” tegas Ubedilah, sembari mengurai bahwa semangat dan tujuan mahasiswa menggelar unjuk rasa besar-besaran sangat jelas dan sesuai konstitusi UUD 1945.

“Dan sangat rasional serta kontekstual dengan kondisi rakyat saat ini,” katanya lagi.