Janji Kooperatif, Menteri Agama Penuhi Panggilan KPK

Nasional

NOTULA – Setelah sempat tidak hadir pada panggilan sebelumnya, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin akhirnya memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (8/5).

Selanjutnya dia menjalani pemeriksaan sebagai saksi dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama tahun 2018-2019, dengan tersangka M Romahurmuziy alias Romi.

Mantan wakil ketua MPR itu tiba pukul 9.50 WIB di gedung antirasuah, mengenakan kemeja putih lengan panjang dipadu celana hitam. Tangan kirinya menjinjing sebuah tas kantong warna coklat.

“Saya hadir di sini dalam rangka memenuhi undangan dari KPK yang ingin meminta keterangan sebagai saksi dalam kasus yang sedang ditangani saat ini,” jelas Lukman kepada awak media, di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.

Dia memastikan akan bersikap kooperatif terhadap proses hukum yang tengah ditangani KPK.

“Sebagai warga negara, tentu kejadian saya merupakan upaya pemenuhan atau kewajiban kontsitusional yang saya yang harus kooperatif, mendukung penuh seluruh upaya hukum yang dilakukan lembaga penegak hukum,” kata sang menteri.

Kehadirannya, sambung dia, sekaligus wujud komitmen selaku Menteri Agama dan seluruh keluarga besar Kemenag yang akan terus kooperatif dan akan terus mendukung penuh kelancaran proses kasus yang sedang ditangani KPK.

“Sehingga kasus ini bisa segera tuntas dan kemudian kita bisa menatap ke depan lebih baik,” sambungnya, seperti dikutip dari rmol.co.

Disinggung soal tas coklat yang dijinjingnya, Menag Lukman pun menjelaskan, isinya sejumlah berkas berkaitan materi perkara jual beli jabatan ini.

“Tentu tidak pada tempatnya kalau saya sampaikan di sini, sebelum saya sampaikan secara resmi di hadapan penyidik KPK,” tukas Lukman.

“Mohon maaf tolong saya diberi jalan,” pintanya, sembari berjalan masuk ke dalam gedung KPK.