NOTULA – Warga Kidul Pasar, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen, Kota Malang, layak diapresiasi dan dicontoh kampung-kampung lainnya. Demi mendapatkan calon wakil rakyat dan pemimpin yang berintegritas, mereka tegas menolak praktik politik uang dan sejenisnya.

Implementasi dari gerakan moral itu, sejumlah banner dan poster yang substansinya menolak politik uang dan sejenisnya pada Pemilu 2019, sudah dipasang di tempat-tempat strategis. Tak hanya itu, sedikitnya 50 CCTV juga siaga mengawasi gerak-gerik siapa saja.

Tak cukup hanya menempel poster dan banner, sosialisasi tatap muka juga gencar dilakukan sekelompok warga. Mereka mengingatkan agar tidak menerima apapun dari para Caleg dan tim sukses Pilpres, termasuk serangan fajar.

Sejumlah warga yang ditemui, mengatakan, dengan cara seperti itulah masyarakat memerangi upaya-upaya kotor dari politisi yang selalu menggunakan uang dan bagi-bagi sembako untuk membodohi masyarakat. Termasuk apa yang biasa disebut dengan ‘serangan fajar’.

Salah satu tokoh warga, M Soleh, menjelaskan, gerakan moral itu sudah dimulai sejak masa tenang. “Warga sepakat tak mau dibodohi lagi. Bayangkan, hanya menerima sepeser dua peser, tapi sengsaranya lima tahun,” tutur Soleh.

Selain itu Kota Malang juga punya pengalaman miris dan memalukan. Pada 2018 lalu, mata nasional tertuju ke kota ini, gara-gara kasus korupsi massal yang melibatkan walikota, sejumlah pejabat dan 41 anggota DPRD-nya. “Bayangkan, mereka secara bersama-sama diringkus KPK. Nah kami tak mau yang seperti itu terulang,” tukasnya.

“Lewat cara-cara seperti yang dilakukan warga Kidul Pasar kali ini, seluruh anggota legislatif, termasuk presiden dan wakil presiden yang terpilih, niscaya bebas dari praktik korupsi, karena sudah membiasakan dari awal untuk tidak melakukan politik uang,” rincinya.

Tak pelak, gerakan moral warga Kidul Pasar itu pun menuai apresiasi dari Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), terutama Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Klojen, Ichya’ulumuddin, yang menilai gerakan moral warga Kidul Pasar itu sangat membantu petugas dalam menciptakan Pemilu yang jujur dan adil.