Jamu Gendong Tak Terdampak Pandemi

Ekbis

NOTULA – Pandemi Covid-19 memang mempengaruhi berbagai aspek kehidupan, dan pada gilirannya perekenomian terpuruk. Kalangan bisnis mengeluh.

Tapi tidak dengan ibu asal Solo ini. Surati (49), mengaku dagangannya relative tak terpengaruh. Dia adalah penjual jamu gendong keliling, sejak 1988. Ditemui di Jalan Semanggi, Lowokwaru, Kota Malang, Jumat (20/11/20), ia pun berkisah dengan semangat.

Dia memastikan usahanya tidak terdampak selama pandemi. Selama ini berjualan keliling dikawasan Jalan Soekarno Hatta, seperti di Jalan Kumis Kucing, Semanggi, Pisang Kipas, Simpang Candi Panggung, dan sekitarnya.

“Ini (jamu) buatan sendiri, setiap hari tiga bakul jamu, jadi kalau habis diumbal (dikirim) dari rumah lagi. Alhamdulillah, pandemi tidak ada pengaruh. Tetap sama pendapatan saya, per hari rata-rata Rp 300 ribu,” jelasnya, sembari menuangkan pesanan pembeli.

Dia juga meyakinkan, hingga kini Jamu masih memiliki sangat digemari. “Karena jamu saya ini murni dari bahan-bahan alami. Banyak lho anak muda yang jadi langganan saya,” pungkasnya.