Izinkan Impor, Petani Desa Tak Akan Pilih Jokowi

Nasional

NOTULA – Pengakuan Joko Widodo terkait kebijakan impor dalam debat diyakini bakal menggerus elektabilitasnya pada Pilpres 2019.

Ketua Majelis Jaringan Aktivis Pro Demokrasi (ProDem), Syafti Hidayat, mengatakan, kebijakan impor pangan sangat merugikan petani, karena diterbitkan pada masa panen raya. Petani jelas tidak diuntungkan.

“Itu (impor pangan) jelas menyengsarakan petani,” tutur Syafti, Sabtu (19/1).

Pada debat pertama Kamis malam, Calon Presiden 02, Prabowo Subianto, mengaku bingung dengan perbedaan data pangan yang disajikan pemerintah. Pasalnya, kementerian terkait tidak memiliki data yang sama dalam menentukan kebiajakan impor khususnya impor pangan beras dan gula.

Misalkan data dari Kementerian Pertanian dan Perum Bulog menyebutkan Indonesia tidak perlu impor. Namun di sisi lain, Menteri Perdagangan malah mengimpor pangan dengan jumlah yang banyak.

Menurut Jokowi, perbedaan pendapat di antara menteri merupakan hal yang biasa. Bahkan dia mempersilakan itu terjadi. Tapi dia menggarisbawahi, bila dia telah memutuska, maka semua akan menaatinya.

Terkait itu, kata Syafti, Jokowi secara tak langsung sudah mengakui bahwa dirinya yang memutuskan impor pangan. Dengan demikian diyakini pada Pilpres nanti, mayoritas petani tidak akan memilih paslon 01.

“(Pernyataan Jokowi itu) sangat berpengaruh. Dukungan kaum tani di pedesaan kepada Jokowi akan merosot tajam,” pungkas aktivis yang akrab disapa Uchok ini, seperti dikutip dari rmol.co.