NOTULA – Dipilihnya Pangkostrad Letjen TNI Andika Perkasa sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) murni karena profesionalitas dan kematangan jenjang yang telah ditempuh.

Pernyataan itu disampaikan Tenaga Ahli Kedeputian IV Kantor Staf Kepresidenan, Ali Mochtar Ngabalin, yang membantah tudingan bahwa pemilihan Andika Perkasa didasari kedekatan Presiden Joko Widodo dengan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN), AM Hendropriyono.

“Tak ada pertimbangan itu. Ini kuasa Tuhan. Tentu pertimbangan presiden tak lepas dari kematangan jenjang dan profesionalitas,” jelasnya, seperti dikutip dari rmol.co, Kamis (22/11).

Dia meminta publik menyudahi tudingan-tudingan yang bersifat subjektif. Menurutnya, TNI merupakan organisasi paling matang secara jenjang karier. “Kalau subjektif seperti itu, kita tidak akan maju. Kita dukung, agar Angkatan Darat lebih bagus dan lebih baik,” tukasnya.

Seperti diketahui, AM Hendropriyono merupakan salah satu penyokong Jokowi sejak 2014 lalu. Andika merupakan suami dari anak Hendropriyono, Diah Erwiany, yang akrab disapa Hetty Andika Perkasa.

Selain Pangkostrad, Andika pernah menduduki jabatan sebagai Dankodiklatad dan Panglima Kodam XII/Tanjungpura. Dia juga pernah menjadi Komandan Paspampres di awal pemerintahan Jokowi.