Ironi, Empat Pimpinan Sidang Gugat Hasil Kongres ke XV KNPI

Nasional

NOTULA – Ironi. Hasil Kongres Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) ke XV yang memutuskan Haris Pertama menjadi Ketua Umum KNPI periode 2018-2021 digugat. Dan yang menggugat justru empat pimpinan sidang.

Mereka adalah Syahwan Arey, Heru Slana Muslim, Wazir Muhaemin, dan Salman Faisal. Keempatnya menggugat Ketua Pimpinan Sidang Kongres XV KNPI, Sirajuddin Abdul, yang dianggap menyalahi tata tertib kongres dan AD/ART KNPI.

“Kami pimpinan Kongres XV Pemuda/KNPI, perlu menyampaikan kepada Ketua Umum/Pimpinan OKP Peserta Kongres XV, berkaitan Kongres XV Pemuda/KNPI yang dilaksanakan pada 18-22 Desember 2018, khususnya berkaitan hasil Ketetapan Ketua Pimpinan Sidang (Bung Sirajuddin Abdul Wahab) pada Pleno VI mengenai Penetapan Ketua Umum Terpilih Bung Haris Pertama, telah menyalahi Tata Tertib Pemilihan Ketua Umum, yang juga melanggar Konstitusi yakni AD/ART KNPI,” begitu isi surat yang ditujukan kepada Ketum OKP dan Ormawa peserta sidang, Rabu (26/12).

Dari hasil kongres itu diketahui Haris Pertama mendapat suara sebanyak 84 OKP dan Ormawa, sedangkan lawannya, Noer Fajrieansyah, mendapatkan suara sebanyak 82 OKP dan Ormawa. Nah, keputusan inilah yang digugat.

Syahwan dengan ketiga pimpinan sidang, dalam isi surat itu, menjelaskan kronologis pemilihan Ketum KNPI itu. Dari awal pencalonan, ada tiga calon Ketum yang maju memperebutkan orang nomor satu Pemuda Indonesia, Haris Pertama, Jackson Kumaat, dan Noer Fajrieansyah. Jackson Kumaat mengundurkan diri dari proses pemilihan.

Namun, pengunduran Jackson ditolak para peserta sidang. Sehingga ada tiga calon yang dianggap maju dalam pemilihan Ketum KNPI itu. Maka, tata tertib yang berlaku dalam pemilihan itu adalah setengah plus satu dari jumlah peserta. Apabila dari ketiga calon itu tidak memenuhi, maka dilanjutkan dengan pemilihan tahap kedua.

Dari total suara peserta kongres, ada 168 OKP dan Ormawa. Oleh karenanya calon yang bisa dianggap memenangkan kongres tersebut, minimal mendapatkan 85 suara.

Hasilnya, Haris Pertama mendapatkan 84 suara, dan Noer Fajrieansyah mendapatkan 82 suara. Satu suara dinyatakan abstain dan satu suara lainnya tidak sah. Maka, apabila mengacu kepada tata tertib yang disampaikan diawal, kongres tersebut harusnya memasuki tahapan kedua, karena tidak memenuhi setengah plus satu dari total suara.

Akan tetapi, Ketua Pimpinan Sidang Sirajuddin Abdul Wahab menetapkan Haris Pertama sebagai ketum KNPI yang baru. Padahal, hal itu melanggar aturan.

“Kami Pimpinan Sidang menyatakan keberatan kepada Ketua Pimpinan Sidang Sirajudin Abdul Wahab. Tetapi diabaikan, serta kami tidak bersedia menandatangani hasil ketetapan tersebut. Apabila ada tanda tangan yang mengatasnamakan kami, kami menyatakan itu tidak benar dan itu manipulatif,” ujar Syahwan dan ketiga pimpinan sidang.

“Kongres XV KNPI belum selesai. Mereka akan menggelar sidang pleno VI lanjutan untuk melanjutkan pemilihan ketum KNPI. Waktu, tempat pelaksanaan Kongres XV Pemuda/KNPI Lanjutan akan kami beritahukan lebih lanjut, paling lambat sampai Januari 2019,” pungkasnya, seperti dikutip dari rmol.co.