Ini Opsi Kemendikbud, Jika Sekolah Tatap Muka Belum Dibuka

Nasional

NOTULA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyiapkan opsi alternatif, bila sekolah tatap muka belum bisa dijalankan di semester genap tahun ajaran 2020/2021.

Opsi itu adalah program Belajar dari Rumah (BDR), ditayangkan di Televisi Republik Indonesia (TVRI) untuk jenjang pendidikan PAUD dan Sekolah Dasar (SD), Januari sampai Maret 2021, setiap Senin sampai Jumat pukul 08.00 hingga 11.30 WIB.

Kemendikbud juga akan menyediakan belajar daring yang bisa diakses melalui akun pembelajaran dengan domain belajar.id.

“Untuk SD mengikuti modul pembelajaran sesuai kurikulum (darurat), mengutamakan pemenuhan kompetensi literasi, numerasi, dan penguatan karakter,” jelas Dirjen PAUD Pendidikan Dasar dan Menengah Kemendikbud, Jumeri. dalam keterangan tertulisnya, Jumat (1/1/21).

Dia juga mengajak para peserta didik beserta pendidik dan orang tua untuk memanfaatkan kanal alternatif pembelajaran yang telah disediakan Kemendikbud.

Mengingat masih dalam masa pandemi Covid-19, ia juga mengingatkan pemerintah daerah memperhatikan kesehatan dan keselamatan peserta didik, tenaga kependidikan serta keluarga. Mereka, kata dia, adalah prioritas utama dalam menentukan pola pembelajaran, baik secara tatap muka maupun jarak jauh.

Kebijakan pembelajaran tatap muka dilakukan secara berjenjang, mulai penentuan pemberian izin oleh pemerintah daerah/kanwil/Kantor Kemenag, pemenuhan daftar periksa oleh satuan pendidikan, serta kesiapan menjalankan pembelajaran tatap muka.

Kebijakan itu sesuai Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menag, Menkes, dan Mendagri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 yang telah diumumkan pada tanggal 20 November 2020.

Dalam SKB itu pemerintah melakukan penyesuaian kebijakan untuk memberikan penguatan peran pemerintah daerah/kantor wilayah (kanwil)/kantor Kementerian Agama (Kemenag) sebagai pihak yang paling mengetahui dan memahami kondisi, kebutuhan, dan kapasitas daerahnya.