NOTULA – Konsep berpikir Rocky Gerung yang mengatakan bahwa kitab suci itu fiksi kembali mengemuka. Topik itu sempat marak pada April 2018 silam.

Namun kali ini bukan perdebatan di dunia maya, melainkan tuntutan hukum yang harus dihadapi dosen filsafat Universitas Indonesia itu. Diksi ‘fiksi’ dilontarkan Rocky Gerung pada Indonesian Lawyers Club (ILC) TVOne pada 10 April 2018.

Menurut ahli bahasa Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Aceng Ruhendi Syaifullah, fiksi yang dimaksudkan sebetulnya untuk memberikan label terhadap sebuah objek yang merupakan produk imajinatif.

“Sesuatu yang diimajinatifkan, sesuatu yang mungkin terjadi, sesuatu yang diproyeksikan atau diyakini akan terjadi, itu berada pada wilayah fiksional,” tegas Aceng yang juga doktor linguistik UI, Kamis (31/1).

Fiksi dalam hal ini tidak ada hubungan dengan kebohongan, apalagi penipuan. Karena manusia memproduksi berdasarkan sesuatu yang sudah terjadi atau disebut faktual.

“Makanya ada kata mungkin, boleh jadi, barangkali, mudah-mudahan, itu semua sesuatu yang fiksional,” jelasnya.

Sedangkan fiktif itu sifatnya, mengarah pada sesuatu yang tidak terjadi.

“Kalau orang berbicara tentang sesuatu yang terjadi padahal tidak terjadi, itulah fiktif. Nah fiktif itu pada sebuah khalayan saja, untuk sesuatu yang sudah terjadi ya. Kalau yang belum terjadi enggak bisa dikatakan fiktif, kan belum,” urainya lebih lanjut.

Aceng mencontohkan fiksi yang dimaksudkan seperti ajaran agama tentang alam kubur, surga, dan neraka. “Belum terjadi kan?” imbuhnya.

Termasuk kitab suci juga, menurutnya, relevan dikatakan sebagai fiksi.

“Ketika Rocky ngomong kitab suci sebuah fiksi, dari segi manusia, sebagai objeknya, itu belum terjadi, baru akan terjadi,” ucapnya.

Aceng juga menambahkan, ketika meyakini sesuatu akan terjadi itu masuknya ranah iman, bukan lagi masalah rasionalitas atau yang bisa dipecahkan dengan akal.

“Diverifikasi tidak bisa lagi dengan akal pikiran. Karena akal pikiran hanya bisa memverifikasi yang sudah terjadi,” katanya, seperti dikutip dari rmop.co.