Ini Alasan Polisi Tembak Mati Empat Laskar FPI di Dalam Mobil

Nasional

NOTULA – Ada 58 adegan bentrok antara polisi vs FPI yang direkonstruksikan oleh penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri di empat TKP di Kabupaten Karawang.

TKP pertama ada di Jalan Internasional Karawang Barat, depan Hotel Novotel. TKP kedua Jembatan Badami. TKP ketiga Rest Area KM 50 dan TKP keempat KM 51+200.

Pada adegan rekonstruksi, di TKP ketiga, yakni Rest Area KM 50, usai terjadi kontak tembak antara FPI dan polisi di Jembatan Badami yang menjadi TKP kedua.

Seperti dikutip dari RMOL.id, anggota polisi berhasil memepet kendaraan Chevrolet Spin yang ditumpangi enam anggota FPI, dua diketahui sudah tak bernyawa akibat kontak tembak di Jembatan Badami, sementara 4 lainya masih hidup dan digiring ke dalam mobil petugas.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Andi Rian, menjelaskan, keempat orang itu tidak diborgol saat digelandang ke dalam mobil petugas.

Tiga orang dari mereka duduk di bangku belakang, sedangkan satu orang lainnya berada di tengah.

“Di perjalanan dari KM 50 rest area sampai KM 51,2 (TKP keempat), terjadilah penyerangan, mencoba merebut senjata anggota. Terjadi percobaan untuk merebut senjata anggota dari pelaku yang ada dalam mobil. Di situlah terjadi upaya penyidik yang ada dalam mobil untuk lakukan tindakan pembelaan. Sehingga keempat pelaku tersebut semua mengalami tindakan tegas terukur anggota yang ada dalam mobil,” rinci Andi, saat rekonstruksi Senin (14/12/20) dini hari tadi.

Mereka yang terluka usai dilakukan tindakan tegas terukur alias tembak mati itu kemudian langsung dibawa ke RS Kramat Jati, Polri, Jakarta Timur.