NOTULA – Pada Mei 2018, Irjen Polisi Idham Azis menghilang dari peredaran selama tiga hari. Ternyata ia ada di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, dalam kapasitas sebagai Kepala Satgas Khusus Polri.

Ketika itu Idham menjadi negosiator untuk membebaskan para polisi yang disandera teroris pada penyanderaan di Mako Brimob Kelapa Dua, yang terjadi selama dua hari, 8-10 Mei 2018.

Idham pun segera meluncur ke Mako Brimob Kelapa Dua, saat mendengar Napiter atau narapidana terorisme mengamuk dan berhasil menguasai Rutan yang ada di sana.

Penyanderaan akhirnya berhasil dihentikan. Lima polisi gugur pada tragedi itu, Bripka Denny Setiadi, Ipda Ros Puji, Briptu Fandi Setyo Nugroho, Bripda Syukron Fadli, Brida Wahyu Catur.

Belakangan diperoleh informasi, seorang polisi bernama Bripka Mahrum Prencje ikut gugur akibat tikaman pisau teroris yang ketika itu masih tetap mengintai di lokasi kejadian.

Idham Azis, sang negosiator pun mengerahkan segala cara untuk meminimalisir korban dari pihak Polri. Ia tidak tidur sepanjang proses negosiasi berlangsung secara marathon selama tiga hari.

Kini, jelang ulang tahun ke 56 tahun pada 30 Januari mendatang, Idham mendapat amanah baru sebagai kepala Badan Reserse Dan Kriminal Polri atau Kabareskrim, menggantikan Komjen Pol Arief Sulistyanto.

Idham bukan orang baru di Bareskrim. Tahun 2006 ia pernah dipercaya menjabat sebagai kepala Unit IV Direktorat I/Keamanan & Transnasional Bareskrim Polri.

Selang dua tahun kemudian menjadi Kepala Sub Detasemen Investigasi Densus 88/Anti-Teror Bareskrim Polri.

Seperti dikutip dari rmol.co, Idham kembali bertugas di Bareskrim sebagai Direktur Tindak Pidana Korupsi pada 2013. Kini, lulusan Akpol 1988 itu menduduki jabatan sebagai Kabareskrim Polri.