Iba Nasib Guru Honorer, Yusril Uji Materiil Putusan Menpan RB ke MA

Nasional

NOTULA – Karena simpati dan merasa kasihan, advokat senior yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, akhirnya turun tangan membantu guru hononer di seluruh Indonesia yang tertimpa nasib tak menentu hingga kini.

Yusril pun membawa 1,5 juta persoalan guru honorer ke Mahkamah Agung (MA). MA diminta membatalkan Peraturan Menpan RB yang membatasi usia pengangkatan guru honorer.

Berdasar SK Menpan RB, guru honorer yang berusia di atas 35 tahun tidak boleh diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS). Padahal mereka sudah belasan tahun jadi guru honorer. Iitu yang membuat nasib ratusan ribu guru honorer tidak menentu.

Sebab itu, bersama dua advokat yunior, Gugum Ridho Putra dan Firmansyah, Yusril akhirnya mengajukan uji materil ke MA. Jika MA membatalkan peraturan Menpan RB itu, maka Pemerintah harus mengangkat semua guru hononer tanpa batasan usia.

“Saya bantu guru honorer karena iba dan kasihan kepada sesama warga bangsa. Ada di antara mereka yang jalan kaki ke Jakarta untuk demo di depan Istana Negara,” kata Yusril, dalam keterangannya di depan Gedung Mahkamah Agung di Jakarta, (Kamis 29/11).

Beberapa waktu lalu, ribuan guru honorer di Indonesia menggelar demo menuntut Presiden Joko Widodo menunaikan janjinya mengangkat guru honorer sebagai pegawai negeri sipil (PNS).

Bahkan, sekitar 70 ribu guru honorer sempat menginap di jalan depan Istana Negara. Pada Juli lalu, dalam acara Asosiasi Pemerintah Daerah, Jokowi berjanji akan menyelesaikan masalah yang dihadapi guru honorer.

Janji itu disampaikan setelah Jokowi menerima keluhan soal nasib guru honorer yang sudah berpuluh tahun mengabdi namun tak kunjung diangkat menjadi pegawai negeri sipil.