HUT ke-49, Korpri Pilar Pemersatu Bangsa, Harus Netral!

Malang Raya

MALANG – ’Panca Prasetya Korpri harus dijunjung tinggi. Korpri harus mampu menjaga netralitas organisasi, menempatkan pelayanan masyarakat di atas kepentingan pribadi, organisasi maupun golongan.

Korpri (Korps Pegawai Republik Indonesia) juga harus menjadi pilar utama pemersatu bangsa dan negara Indonesia, dengan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai agen perekat kebhinnekaannya.

Sesuai tema peringatan HUT ke-49 Korpri 2020, yakni Korpri Berkontribusi, Melayani dan Mempersatukan Bangsa, “Tentu kita ingin Korpri menjadi organisasi dengan budaya penuh inovasi dan kreativitas, modern dan efisien, melayani dengan jiwa dan semangat sebagai anggota Korpri,” papar Pjs Bupati Malang, Drs Sjaichul Ghulam MM.

Pernyataan itu disampaikan Pjs Bupati, saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-49 Korpri, di halaman Pendopo Agung Kabupaten Malang, Minggu (29/11/20.

Dia juga memberikan apresiasi tinggi kepada segenap keluarga besar Korpri di lingkungan Pemkab Malang atas sumbangsih dan pengabdiannya kepada bangsa, negara dan masyarakat.

Abi, sapaan akrab Pjs. Bupati, juga menyampaikan, peringatan ulang tahun kali ini harus menjadi momentum untuk refleksi, menjaga soliditas dan solidaritas, serta harus menjadi momentum melakukan lompatan besar demi mencapai kemajuan bangsa Indonesia.

“Sebagai sebuah korps profesi, Korpri dituntut dapat mempererat solidaritas anggota, sekaligus mendorong pengembangan kompetensi sumber daya manusianya, agar menjadi aparatur professional,” pesannya.

Saat ini, tambah Abi, dunia berubah begitu cepat, dan mendisrupsi segala lini kehidupan, bukan hanya cara dalam berkomunikasi tetapi juga cara mengelola pemerintahan.

Terlebih pandemi Covid-19 yang tidak kunjung usai, membuat semua harus siap dan sigap dalam mengatasi berbagai permasalahan, sekaligus cepat beradaptasi dengan perubahan yang begitu dinamis. Dalam menghadapi tantangan ke depan, harus berani menghadapi setiap perubahan, dengan cara-cara dan terobosan baru.

Diingatkan juga, kreativitas dan inovasi merupakan kunci utama. Cara-cara lama yang monoton, tidak kompetitif, sudah tidak dapat diteruskan lagi. Sehingga harus lebih cepat dan lebih baik lagi dari sebelumnya.

Dia juga mengajak anggota Korpri mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi berkelanjutan, tidak stagnan pada pola pikir lama, dan tidak ada lagi kerja linier.

Sjaichul juga mengajak semua anggota KORPRI terus-menerus bergerak mencari terobosan, mengakselerasi diri, manfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menciptakan budaya kerja dan layanan publik yang efektif, efisien, transparan, serta akuntabel.