Hilang Kontak, Pesawat Sriwijaya SJ182 Jakarta-Pontianak Dikabarkan Jatuh

Nasional

NOTULA – Pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 dikabarkan hilang kontak. Pesawat itu berangkat dari Jakarta pukul 14.36 WIB.

Berdasar informasi berantai yang diterima RMOL.id, pesawat rute Jakarta-Pontianak itu berangkat dari Bandara Soekarno Hatta dan dijadwalkan sampai pada pukul 15.44 WIB. Basarnas menginformasikan pesawat mulai hilang kontak pukul 14.47 WIB.

Informasinya pesawat jenis Boieng 737-500 itu dikabarkan jatuh di sekitar Pulau Laki dan Pulau Lancang.

“Info dari nelayan bubu, mereka melihat ada benda jatuh di laut sekitar perairan Pulau Lancang dan Pulau Laki. Getaran jatuhnya pesawat terasa hingga Perumahan Pulau Lancang,” demikian informasi yang diterima, Sabtu (9/1/21).

Saat ini Tim gabungan yang terdiri dari Tim SAR, Babinsa, dan Pospol Lancang, langsung kroscek ke lapangan.

Kemenhub Membenarkan
Sementara itu, kabar hilang kontak pesawat Sriwijaya Air dibenarkan pihak Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Jurubicara Kemenhub, Adita Irawati, membenarkan kabar itu.

“Telah terjadi lost contact pesawat udara Sriwijaya rute Jakarta-Pontianak dengan call sign SJY-182,” kata Adita Irawati, saat dikonfirmasi wartawan, beberapa saat lalu.

Dia mengatakan, terakhir hilang kontak sekitar pukul 14.40 WIB. “Saat ini tengah dalam investigasi dan tengah dikoordinasikan dengan Basarnas dan KNKT,” katanya.

Untuk informasi lebih lanjut, Adita janji akan disampaikan bila sudah ada perkembangan terbaru. “Kami akan sampaikan informasi lebih lanjut jika sudah ada perkembangan,” tukasnya.

Managemen Sriwijaya
Sementara itu, managemen Sriwijaya Air juga angkat bicara. Berdasar siara pers yang diterima dari Corporate Communication Sriwijaya Air, proses terkini tengah dilakukan pihak managemen.

“Sriwijaya Air sampai saat ini masih terus melakukan kontak dengan berbagai pihak, untuk mendapatkan informasi lebih rinci terkait penerbangan SJ-182 rute Jakarta – Pontianak,” sebutnya.

Pihak Sriwijaya Air juga langsung mengumpulkan data dari berbagai pihak, untuk mengetahui keadaan pesawat, untuk bisa segara diumumkan kepada masyarakat.

“Managemen masih terus berkomunikasi dan menginvestigasi hal ini dan akan segera mengeluarkan pernyataan resmi setelah mendapatkan informasi yang sebenarnya,” tutup Corporate Communication.