Hati-hati, Sebar Hoax Berurusan dengan UU ITE

Nasional

NOTULA – Jumlah penyebaran hoax melalui media sosial semakin besar di tahun politik ini. Kenyataan itu membuat Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Irjen Mohammad Iqbal, mengaku perihatin.

Sebab itu, pada seminar ‘Milenial Anti Hoax’, di Auditorium Vokasi, UI, Depok, Jawa Barat, Iqbal mengajak mahasiswa berperan aktif mencegah penyebaran hoax lewat medsos. Sebagai generasi milenial, mahasiswa dinilai punya pengaruh besar sebagai pengguna medsos.

“Berdasar data yang ada, pemegang gadget, pengguna sosmed ada di adik-adik semua. Hati-hati, nanti bisa dipanggil polisi, kalau (hoax) di-foward. Jadi lebik baik saring dulu,” kata Iqbal, Selasa (4/2).

Menurut Iqbal, pihaknya mengajak para mahasiswa untuk berperan mendinginkan suasana politik yang berlangsung saat ini.

“Hoax naik hampir 65 sampai 85 persen pada tahun politik ini, sebab itu polisi tampil sebagai oase untuk mendinginkan situasi politik yang ada,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kabiro Misi Hubinter Polri, Brigjen Krishna Mukti, mengatakan, para penyebar hoax bisa terancam pidana yang diatur dalam UU ITE.

UU ITE, kata dia, melarang penyadapan dan pencemaran nama baik. Khrisna mencontohkan pelanggaran UU ITE yang mungkin dilakukan mahasiswa.

“Kamu upload dosen dari belakang, dosen ini orangnya gini, disebar. Dosen ngadu, pelaku ditangkap nangis,” jelas Krishna, seperti dikutip dari rmol.co.