NOTULA – Masih banyak masyarakat belum mengenyam pendidikan yang layak, karena pengelolaan pendidikan yang buruk. Kenyataan itu sangat disayangkan Wakil Ketua Umum DPP Gerindra, Hasyim Djojohadikusumo.

“Banyak yang belum mendapatkan kesempatan belajar, saya tanya untuk masuk ke fakultas kedokteran berapa sih? Ada yang bilang Rp 500 juta, 1 miliar rupiah dan sebagainya,” ungkapnya, dalam acara Kebhinekaan dan Pemilu Damai, di Gedung Bhayangkari, Jakarta Selatan, Minggu (27/1).

“Ini masalahnya, the high cost of education, biaya tinggi pendidikan di Indonesia mengakibatkan banyak orang dari keluarga yang sederhana ekonominya tidak sempat ikut pendidikan-pendidikan bagus,” tuturnya.

“Mana mungkin rata-rata pelajar-pelajar lulus SMA dari keluarga sederhana bisa membayar ratusan juta rupiah, dua puluh juta rupiah juga diragukan, dua juta rupiah diragukan,” lanjut dia.

Menurut Hasyim, anggaran pendidikan nasional saat ini sekitar Rp 440 triliun. Nilai itu menurutnya lebih dari cukup. Namun dia tetap mempertanyakan kenapa kondisi pendidikan tetap mahal.

“Persoalannya adalah it’s a managerial problem, masalah pendidikan nasional kita adalah masalah manajemen, berarti apa? Masalah manusianya,” tandas dia, sambil menyampaikan visi-misi Nomor Urut Dua Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, di hadapan anggota Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).