Harus Tanggung Jawab, Mahfud MD Dinilai Gagal Deteksi Dini Kamtibmas

Nasional

NOTULA – Direktur Ekskutif Oversight of Indonesia’s Democratic Policy, Satyo Purwanto, berpendapat, kerumunan massa dampak dari kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab, tak melulu tanggung jawab aparat keamanan.

Menurut dia, pihak yang justru paling bertanggungjawab atas terjadinya kerumunan massa adalah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD.

Sebab, sejak awal Mahfud MD membiarkan eskalasi pergerakan orang untuk menjemput Habib Rizieq Shihab di bandara. Termasuk terjadinya kerumunan orang di Cisarua Bogor dan Petamburan, Jakarta Pusat.

“Menkopolhukam mestinya jadi orang yang paling bertanggung jawab. Melalui jejaring Polhukam, mestinya Menko mampu memperkirakan membeludaknya massa di ketiga kegiatan itu, lalu memberikan perintah kepada aparat keamanan untuk mengantisipasinya,” tutur Satyo Purwanto, seperti dikutip dari RMOL.id, Rabu (18/11/20).

Bahkan, lanjut Satyo menambahkan, pencopotan dua Kapolda dianggapnya belum cukup.

“Jadi jangan cuma menyalahkan aparat di bawahnya, sebab Mahfud MD sebagai Menko gagal melakukan deteksi dini pergerakan orang dan tidak tepat mengambil keputusan. Harusnya memberikan perintah kepada aparat keamanan, guna pelaksanaan protap Covid-19,” tegasnya.

Pembiaran terjadinya kerumunan massa itu, sambung Satyo, terjadi karena ketidaktegasan Mahfud MD dalam menjalankan fungsi pelaksanaan keamanan dan ketertiban masyarakat, serta menjadi user dari infrastruktur keamanan dan intelijen.

“Ketidaktegasan itu berakibat, aparat di bawah dilanda kebingungan dalam bertindak dan mesti mengambil keputusan seperti apa,” pungkasnya.