Harus Dikaji Ulang, Tarif Tol Trans Jawa Tak Masuk Akal

Nasional

NOTULA – Tarif Tol Trans Jawa dinilai mahal, terlalu memberatkan dan tidak masuk akal. Sebab itu, pemerintah lewat Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, diminta mengkaji ulang.

“Lalu buat apa membangun tol kalau tidak digunakan?” tutur anggota DPR RI, M Nizar Zahro, saat dihubungi redaksi, Selasa (5/2).

Karena mahalnya tarif Tol Trans Jawa, kini kebanyakan pengemudi truk pengangkut barang kembali beralih haluan ke jalur lama, yaitu Jalan Pantura.

Nizar juga mengatakan, biaya tarif Tol Trans Jawa rute Surabaya-Jakarta dan sebaliknya saat ini sebesar Rp 1.385.000, dan itu memang terlalu mahal.

“Tarif itu harus ekonomis dan masuk akal,” tukas Nizar, seperti dikutip dari rmol.co.

Sementara itu, pengusaha angkutan umum juga telah meminta kepada pemerintah untuk menurunkan tarif Tol Trans Jawa hingga di bawah Rp 1 juta. Atau dengan adanya subsidi, setidaknya bisa di angka Rp 800 ribu.

Nizar sendiri tidak keberatan dengan usulan itu. Menurut dia, fungsi utama pembangunan tol itu untuk mempermudah dan mempercepat pengiriman barang dan jasa, serta menurunkan harga agar lebih ekonomis.

“Jadi hakikat pembangunan tol itu kan dibangun untuk itu, kalau hanya untuk pribadi, tol hanya ramai saat liburan seperti Lebaran, Natal dan Tahun Baru saja,” timpalnya.

Dia tak menampik ada kecurigaan pihak ketiga yang meminta pemerintah untuk memperlakukan biaya mahal, sehingga modal membangun tol bisa cepat kembali.

“Bisa jadi (ada permintaan itu). Tapi, pemerintah kan harusnya memperhatikan ini (kaji ulang tarif), jadi harus diakomodir, jangan terlalu mahal,” pungkasnya.