Hari Pertama PSBB, Bupati Malang Tinjau Sejumlah Lokasi

Malang Raya

NOTULA – Hari pertama diberlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di wilayah Malang Raya, dimanfaatkan Bupati Malang, HM Sanusi Bersama Forkopimda meninjau lapangan secara langsung, Minggu (17/5/20).

Sesuai rencana, fokus penerapan di hari pertama difokuskan pada ketaatan masyarakat terhadap aturan. Bila telah diimbau tetapi tidak mengikuti aturan, selanjutnya akan dievaluasi.

Mengutip dari akun Instagram @humasprotokolkabmalang, warga yang berdomisili di luar Kabupaten Malang diharapkan mentaati keputusan PSBB yang didasari Surat Keputusan Menteri Kesehatan itu.

Untuk pedagang yang tetap berjualan, diminta mengikuti protocol yang berlaku.

“Peraturan ini memang tidak melarang para pedagang berjualan, tapi harus membatasi kegiatan jual beli dengan cara menerapkan sistem ganjil genap. Jika melanggar, maka akan dilakukan penindakan dengan menutup usahanya,” tutur bupati di sela-sela kunjungannya ke sejumlah obyek.

Untuk Check Point, di Kabupaten Malang ada 10 lokasi. Selain itu juga ada dua pos pelayanan di tempat keramaian, seperti di Pasar Kepanjen dan Exit Tol Karanglo, 7 posko mudik di setiap terminal, serta stasiun dan bandara di jalur perbatasan.

Selain itu, enam Check Point juga sudah ditetapkan di Ampelgading, Sendang Biru, Karangkates, Bakpao Tello, Exit Tol Lawang dan rest area Gempol.

Selanjutnya akan ditambah di daerah Donomulyo, Desa Sumberoto, Poncokusumo, Desa Ngadas dan terakhir di Kalipare, Desa Sukorejo.