Hari HAM, API Suarakan 6 Tuntutan

Malang Raya

NOTULA – Memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia, 10 Desember 2020, kelompok mahasiswa yang menamakan dirinya API (Aliansi Perjuangan demokrasI) menyuarakan 6 tuntutan lewat aksi di halaman DPRD Kota Malang, Kamis (10/12/20).

Aksi dimulai sejak pukul 10.00 WIB dan diperkirakan selesai pada 12.00 WIB. Pesrta berjumlah kurang lebih 35 orang, yang kesemuanya mahasiswa.

“Tujuan aksi ini memperingati hari HAM dengan menyuarakan berbagai masalah HAM, untuk mengingatkan masyarakat bahwa sampai hari ini HAM di indonesia belum ditegakkan, terutama kepada para aktivis,” tutur koordinator aksi, Arafik Burhan.

Mereka juga membagikan selebaran berisi poin-poin tuntutan dan tujuan aksi mereka kepada masyarakat yang melintas di sekitar Bundaran Tugu Kota Malang.

Berikut 6 Tuntutan API:
1. Tuntaskan kasus pelanggaran HAM masa lalu maupun sekarang, tangkap, adili, dan hukum para pelakunya.
2. Jamin seluruh HAM rakyat, termasuk hak-hak perburuhan dan hak-hak perempuan.
3. Sahkan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga.
4. Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual.
5. Hentikan perampasan ruang hidup.
6. Stop represi dan kriminalisasi terhadap aktivis-rakyat serta hentikan pembungkaman ruang demokrasi.

Mereka juga menuntut dibebaskannya aktivis bernama Faki dan Carlos tanpa syarat. Selain itu juga pemulihan hak-hak aktivis Kamisan yang dikriminalisasi.

“Stop kriminalisasi penyintas kekerasan seksual, dan jangan halangi kerja pendamping hukum aktivis, jurnalis, dan pekerja medis,” bunyi poin terakhir tuntutan mereka.
7. Cabut Omnibus Law dan seluruh peraturan turunannya!
8. Cabut Otsus jilid 2 dan berikan hak menentukan nasib sendiri
9. Batalkan Pembangunan Komodo Jurassic Park di Manggarai Barat
10. Hapuskan keterlibatan TNI/POLRI di ruang akademis
11. Buka akses jurnalis nasional dan internasional di Papua
12. Tutup Freeport dan seluruh Perusahan nasional dan multi-nasional di Papua
13. Tarik Militer organik dan non organik ditanah papua
14. Terapkan hukum humaniter di Papua melalui PBB
15. Bebaskan seluruh tapol Papua tanpa syarat
16. Hapuskan rasisme!
17. Mengecam keras tindakan refresip yang dilakukan aparat NTT di BASIPAE
18. Mengecam keras ada Pemprov NTT Viktor Laiskodat perampasan tanah adat di NTT
19. Cabut izin perusahaan pariwisata alam di NTT.