Hampir 10 Jam Ferdinand Hutahaean Diperiksa Polisi

Nasional

NOTULA – Pegiat media sosial, Ferdinand Hutahaean, akhirnya menjalani pemeriksaan atas kasus dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA terkait cuitan “Allahmu Lemah”.

Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri pun, hingga berita ini ditulis, masih melakukan pemeriksaan. Dan, sudah hampir 10 jam Ferdinand diperiksa.

Berdasar informasi yang dihimpun redaksi dari internal korps Bhayangkara, Ferdinand Hutahaean bakal segera ditetapkan sebagai tersangka.

“Malam ini gelar perkara, langsung (ditetapkan tersangka),” kata sumber internal Polri, seperti dikutip dari rmol.id, Senin (10/1/22) malam.

Ferdinand memenuhi panggilan Bareskrim Polri untuk diperiksa terkait kasus dugaan ujaran kebencian yang mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Yang menari, saat bertandang ke Bareskrim Polri, ia membawa berkas riwayat kesehatan. “Saya bawa salah satu bukti riwayat kesehatan. Dari kemarin saya menderita sebuah penyakit, sehingga timbullah percakapan antara pikiran dengan hati,” katanya di Mabes Polri.

Dia juga menegaskan, kehadirannya sebagai saksi di Mabes Polri juga untuk menjelaskan duduk perkara hingga ia dituduh melakukan SARA.

“Semua ini hanya kesalahpahaman. Orang berbicara dengan persepsi tanpa mengetahui fakta-fakta yang sesungguhnya,” kilahnya.

Seperti diketahui, Ferdinand dilaporkan terkait dugaan ujaran kebencian mengandung unsur SARA di akun Twitternya, dengan menyebut “Allahmu lemah”. Namun ia mengelak dan menegaskan bahwa apa yang ia tulis tidak untuk menyerang siapa pun.

“Cuitan itu untuk diri saya sendiri. Jadi tidak untuk menyerang pihak mana pun. Itu percakapan antara hati dengan pikiran saya,” tukasnya lagi.